Inovasi Antiseptik Pelepah Pisang Mahasiswa Undip

Kompas.com - 19/03/2019, 21:27 WIB
Inovasi antiseptik berbahan dasar pelepah pisang kreasi mahasiswa Undip.Dok. Undip Inovasi antiseptik berbahan dasar pelepah pisang kreasi mahasiswa Undip.

KOMPAS.com - Tangan manusia merupakan salah satu bagian yang ternyata menjadi "rumah nyaman" bagi bakteri sekaligus perantara penyebaran penyakit ke tubuh. Sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain maupun saat memegang benda dapat menjadi medium penyebaran bakteri. 

Hal inilah yang melatarbelakangi Anggis dan tim mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ( Undip) di Desa Pilang Payung, Kabupaten Grobogan, Jawa tengah membuat antiseptik berbahan dasar pelepah pisang.

Antiseptik pelepah pisang

“Pelepah pisang mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat menyembuhkan luka dan bersifat antimikroba, di dalamnya juga mengandung zat tanin yang efektif membunuh kuman," jelas Anggis seperti dilansir dari laman resmi Undip (19/2/2019).

Baca juga: Raih Prestasi Internasional Terbanyak, UMN Terima Penghargaan LLDIKTI

 

Ia menjelaskan proses pembuatan antiseptik ini cukup sederhana. Pertama pelepah pisang dikupas kulitnya sampai lapisan ketiga hingga terlihat gabusnya, lalu dipotong kecil-kecil agar mudah untuk dijuice hingga mengeluarkan sari. Sari ini kemudian dicampurkan alkohol 80 persen dan Aquadest.

“Kami telah mensosialisasikan pembuatan antiseptik ini sekaligus memberikan informasi pada masyarakat tentang dampak mikroorganisme yang merugikan," ujarnya.

Diare yang disebabkan bakteri Escherichiacoli, keracunan makanan akibat bakteri Salmonella dan Shigella, serta penyakit kulit atau gatal-gatal dari bakteri Staphylococcus epidermis dapat dicegah menggunakan antispetik pelepah pisang” tuturnya.

Briket arang sekam

Inovasi lain juga dilakukan mahasiswa KKN di Kelurahan Grobogan, Jawa Tengah, Umi Az Zuhra, Ansala yang menyosialisasi pembuatan briket kepada warga. Briket adalah bahan bakar padat dengan bentuk dan ukuran tertentu yang telah mengalami proses pemampatan sehingga daya pembakarannya lebih baik.

“Briket ini berbahan dari sekam padi, sabut kelapa, tepung kanji dan air panas, sedangkan alat yang digunakan adalah saringan, alu, wadah, cerobong kawat besi, bambu atau paralon," jelas Umi Az Zuhra.

Ia menambahkan briket yang dihasilkan berkualitas baik karena mudah dinyalakan, tidak mengeluarkan asap, berdaya bakar lebih besar, panas tetap dan kedap air serta hasil pembakaran tidak berjamur bila disimpan pada waktu lama.

Ansala turut menjelaskan proses pembuatan briket juga sederhana. Sabut kelapa yang telah dibakar hingga semua sekam menjadi arang dihaluskan dengan alu dan diayak dengan saringan agar diperoleh arang halus.

Selanjutnya dengan campuran tepung kanji dan air panas diaduk hingga merata. “Adonan briket siap dicetak dengan menggunakan bambu atau paralon, jemur dan keringkan. Briket yang telah dicetak dan benar-benar kering siap digunakan," jelas Ansala.



Terkini Lainnya

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Megapolitan
Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Nasional
Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Regional

Close Ads X