Kapan Sebaiknya Anak Ikut Bimbel? Ini 3 Tandanya

Kompas.com - 19/03/2019, 22:28 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Menghadapi anak dengan banyak tugas sekolah, tak jarang membuat orangtua bingung. Bingung bagaimana menjelaskan pelajaran anak yang berbeda era dan bingung bagaimana cara terbaik membantunya.

kerap menjadi kesalahan, orangtua  justru menyelesaikan PR anak. Padahal ini bukan solusi pintas tepat. Selain membuat anak menjadi ketergantungan, cara ini juga membuat anak tidak mandiri dan tidak percaya diri.

Salah satu solusi yang ditawarkan laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud adalah menyertakan anak pada bimbingan belajar (bimbel).

Bukan untuk melepaskan tanggung jawab sebagai orangtua dalam mendampingi anak belajar namun justru untuk membantu mengatasi persoalan dihadapi anak dan keterbatasan sebagai orangtua.

Baca juga: BPN: UN Jadi Beban Para Pelajar dan Orangtua

Kapan anak membutuhkan bimbel? Ada 3 indikator yang dapat membantu orangtua dalam memutuskan:

1. Anak alami kesulitan belajar

Kesulitan belajar bisa ditandai dengan nilai harian anak cenderung menurun. Penting bagi orangtua mengecek buku tulis anak setiap hari guna memantau perkembangan belajar.

Bisa juga dengan melakukan tanya jawab bersama anak. Anak bisa membaca terlebih dahulu buku catatan miliknya kemudian orangtua mengajukan satu atau dua pertanyaan sesuai denganmateri.

Jika anak bisa menjawab dengan lancar maka tak ada masalah dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun jika tidak mampu menjawab tepat, maka bisa jadi anak mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Oleh karena itu orangtua perlu mempertimbangkan, apakah mereka perlu mengikuti pelajaran tambahan di bimbingan belajar.

2. Tingkat pemahaman anak menurun

Melakukan tanya jawab dengan anak juga dapat menjadi tolak ukur mengetahui tingkat pemahaman anak  terhadap mata pelajaran tertentu.

Orangtua juga bisa memberi soal sederhana untuk menguji tingkat pemahaman. Misalnya, untuk pelajaran matematika orangtua bisa membuat soal yang sama dengan contoh soal yang ada di buku catatan anak hanya saja diganti dengan angka berbeda.

Jika anak dapat menyelesaikan soal maka berarti anak bisa memahami dan menguasai materi tersebut. Namun mereka bila terlihat bingung serta kesulitan menjawab, artinya pemahamannya pada materi tersebut masih kurang. Hal ini bisa kita jadikan penentu dalam memasukkan anak di bimbingan belajar.

3. Ketidakmampuan orang tua mengikuti materi

Kurikulum sekolah yang terus berkembang tak jarang membuat orangtua terkendala dalam membimbing anak belajar di rumah.

Tak sedikit pula merasa kesulitan menyampaikan materi pelajaran yang mudah dipahami anak saat menemani mereka belajar.

”Pelajaran sekarang susah. Tak seperti zaman saya sekolah dulu.” Hal tersebut sering muncul sebagai kendala dalam mendampingi anak belajar. Saat orangtua merasa kurang mampu mebantu anak kita dalam belajar di rumah, maka tak ada salahnya mengajak anak  ikut bimbingan belajar.



Close Ads X