Menristekdikti: PMMB "Link and Match" Pendidikan Tinggi dan Industri

Kompas.com - 20/03/2019, 19:25 WIB
Nota kesepahaman PMMB ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).Dok. Kemenristekdikti Nota kesepahaman PMMB ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB).

Nota kesepahaman ditandatangani Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung Mandala, Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/3/2019).

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Link and match 

Menteri Nasir menambahkan peserta PMMB akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja. Dikutip dari rilis resmi Kemenristekdikti, program ini diharapkan dapat meningkatkan link and match antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan perusahaan/ industri sebagai pengguna lulusan.

Baca juga: Mahasiswa Program Magang BUMN akan Menerima Uang Saku

“Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan dan industri. Jangan sampai perguruan tinggi mengajarkan kurikulum tidak mutakhir yang telah ketinggalan," jelasnya.

Menristekdikti menambahkan link and match antara perguruan tinggi dan industri dapat dilakukan dengan transfer knowledge, transfer teknologi, dan program magang mahasiswa.

Tidak hanya ijazah

Menteri Nasir menjelaskan bahwa Kemenristekdikti telah mendorong dan menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya memiliki ijazah, namun juga harus memiliki sertifikat kompetensi yang diakui di dunia kerja.

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat ini merupakan salah satu langkah penting untuk menghasilkan SDM Indonesia yang berkualitas, berdaya saing dan siap kerja.

"Mudah - mudahan kerja sama BUMN dengan Kemenristekdikti dapat meningkatkan SDM Indonesia agar lebih baik ke depannya," harap Menteri Nasir.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PMMB ini didesain untuk membantu menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang siap bekerja dan mampu bersaing.

Target 9 ribu mahasiswa

Program PMMB akan dilaksanakan minimal selama enam bulan dan diakui sebagai bagian dari SKS mahasiswa di kampus masing. Menteri Rini menargetkan sebanyak 9.000 mahasiswa ikut dalam PMMB 2019 yang tersebar di 113 BUMN.

"Pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 9.000 peserta magang dari 231 perguruan tinggi yang akan dilaksanakan dalam 2 batch di mana pada batch-1 BUMN telah membuka 4.280 posisi di 113 BUMN," ungkap Menteri BUMN.



Close Ads X