Orangtua Turut Jadi Kunci Keberhasilan Pendidikan Finlandia

Kompas.com - 20/03/2019, 20:10 WIB
Salah satu sudut kota di Helsinki, Finlandia, Minggu (1/5/2016). Annisa MeidianaSalah satu sudut kota di Helsinki, Finlandia, Minggu (1/5/2016).

KOMPAS.com -Negara Finlandia di Eropa Utara sejak tahun 2000 selalu diunggulkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Di balik sistem pendidikan dan kurikulum yang sangat mendukung tumbuh kembang anak sehingga segala potensinya terasah dan terungkap, ternyata peranan orang tua juga sangat kuat.

Di negara yang kerap menjadi sasaran studi banding beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia itu, kemitraan orang tua dan guru sudah terbentuk secara konsep dan aksi, bahkan bisa dikatakan, terjalinnya persahabatan antara guru dan orang tua dalam hal mendidik anak.

Baca juga: Ini Rahasia Pendidikan Finlandia Menjadi yang Terbaik di Dunia (1)

Salah satu bentuk konkritnya, adalah paradigma atau pemahaman orang tua tentang guru di Finlandia yang perlu dipikirkan orang tua di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud berikut 6 pemhaman orangtua Finlandia terhadap guru dan sekolah dalam bermitra:

1. Menghormati guru

Orangtua di Finlandia sangat menghormati guru dan sekolah. Mereka menempatkan guru sebagai "orangtua kedua" dan sekolah merupakan "rumah kedua".

2. Memahami profesi

Orangtua di Finlandia memahami bahwa pekerjaan mengajar adalah pekerjaan yang sangat kompleks dan penuh dinamika sehingga perlu didukung dalam semua aspek.

3. Mendukung bukan menyalahkan

Olehkarena itu apabila guru mengalami kesulitan mengajar kepada seorang siswa, orangtua akan membantu semaksimal mungkin dan bukan menyalahkan gurunya.

4. "Pahlawan" kesuksesan

Orangtua menganggap guru adalah pahlawan kesuksesan bagi anak-anak mereka. Yang sering terlihat di rumah-rumah, banyak siswa menghias dan memajang foto guru di kamarnya, bahkan dengan tambahan kalimat "You are my inspiration", tidak ada istilah "guru killer"

5. Pemahaman awal yang baik

ada awal anak masuk sekolah guru akan menjelaskan kepada orangtua dan anak bahwa sekolah bukan tempat menyeramkan yang menyebabkan tekanan batin, dan ketegangan.

Dengan seluruh daya dan upaya, para guru berusaha memahami kondisi intelektual dan emosi siswa bahkan sampai ke hal-hal yang kecil;

6. Kritik dengan santun

Orangtua di Finlandia menyampaikan kritik kepada sekolah dengan cara yang santun. Mereka memahami bahwa pekerjaan mengajar bukanlah pekerjaan yang ringan.

Guru senang menerima kritik sebab menjadi saran yang sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan belajar anak-anak. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skor PISA 2018, Ari Widowati: 'Alarm Keras' untuk Segera Lakukan Perubahan

Skor PISA 2018, Ari Widowati: "Alarm Keras" untuk Segera Lakukan Perubahan

Edukasi
10 Tanggapan 'Mas Menteri' Soal 'Rapor Merah' Skor PISA Indonesia

10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Edukasi
Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Skor PISA Melorot, Disparitas dan Mutu Guru Penyebab Utama

Edukasi
Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Soal Skor PISA 2018, Mendikbud Nadiem: Tidak Perlu Dikemas agar Jadi Berita Positif

Edukasi
Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Skor PISA 2018: Peringkat Lengkap Sains Siswa di 78 Negara, Ini Posisi Indonesia

Edukasi
Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Skor PISA 2018: Daftar Peringkat Kemampuan Matematika, Berapa Rapor Indonesia?

Edukasi
Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Daftar Lengkap Skor PISA 2018: Kemampuan Baca, Berapa Skor Indonesia?

Edukasi
Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Data Scientist Indonesia Masih Langka, Ini Kemampuan yang Wajib Dimiliki

Edukasi
Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Edukasi
ITB Juara 'Huawei ‘ICT Competition 2019-2020' Tingkat Nasional

ITB Juara "Huawei ‘ICT Competition 2019-2020" Tingkat Nasional

Edukasi
Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Mengawal Mutu Pendidikan Tanpa Mengorbankan Kemerdekaan Belajar

Edukasi
Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Eksistensi Platform Indonesiana, Saat Ini dan Masa Mendatang

Edukasi
Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Suka K-Pop? Jurusan Sastra Korea Mungkin Cocok buat Kamu, Ini Penjelasannya

Edukasi
Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Hari Disabilitas, Atma Jaya: Mendorong Indonesia Ramah Disabilitas

Edukasi
Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Soal Wacana Tiga Hari Sekolah, Bukik Setiawan: Hari Sekolah Bukan Esensi

Edukasi
Close Ads X