IPB Dorong 7 Ribu Mahasiswa Gunakan Hak Pilih

Kompas.com - 20/03/2019, 21:22 WIB
IPB bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Diskusi ?Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas?, di Kampus IPB Dramaga (11/3/2019). Dok. IPB IPB bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Diskusi ?Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas?, di Kampus IPB Dramaga (11/3/2019).

KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Diskusi ‘Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas”, di Kampus IPB Dramaga (11/3/2019). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi sivitas akademik terkait Pemilihan Umum (Pemilu). Ketua PPID IPB Aceng Hidayat mengatakan kegiatan ini juga penting sebagai upaya mencegah berkembangnya hoaks di lingkungan kampus mengingat masih. 

Gede Narayana, Ketua Komisioner Komisi Informasi Pusat dalam seminar menyampaikan  tahun 2018 IPB menerima anugerah sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Paling Informatif dari  Komisi Informasi Pusat.

Baca juga: FISIP UI: Ini 4 Karakter Pemilih Milenial

“Artinya IPB dalam melaksanakan peraturan perundangan terkait informasi publik menurut kami itu sudah sangat baik. Oleh karena itu, dalam kerangka acara ini KIP ingin membuktikan goodwill atau niat baik IPB untuk menandatangani deklarasi keterbukaan informasi publik,” jelas Narayana dilansir dari laman resmi IPB.

Jangan golput

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu Wafa Patria Umma (Komisioner Komisi Informasi Publik), Biem Triani Benjamin (Komisi I DPR RI), dan Samsudin (Ketua KPU Kota Bogor). “Akses Informasi adalah bagian dari demokrasi yang berkualitas. Jangan golput dan gunakan hak pilih Anda, karena hak pilih anda menentukan bangsa kita,” ujar Wafa Patria Umma. 

Pemilu Tahun 2019 telah diprediksi 32 persen adalah pemilih milenial menurut hasil survei para narasumber. IPB Dramaga sebagai sumber pemilih milenial Kabupaten Bogor telah melakukan pindah pilih tidak kurang dari 7 ribu mahasiswa.

“Sedangkan jumlah mahasiswa yang berada di 17 kampus di Kota Bogor termasuk IPB sampai saat ini telah melakukan pindah pilih sebanyak 1.800 orang ke Kota Bogor. Permohonan pindah pilih paling akhir adalah tanggal 17 Maret 2018 ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal dengan mengisi formulir A5 dan membawa E-KTP,” jelas Samsudin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Transparansi publik

Sesi diskusi dimoderatori  Kepala Biro Komunikasi IPB Yatri Indah Kusumastuti menyampaikan  seluruh informasi publik IPB dapat diakses melalui website PPID IPB di halaman http://ppid.ipb.ac.id sebagai bagian dari penerapan transparansi, akuntabilitas dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam keterbukaan informasi publik.

Di akhir acara Rektor IPB, Dr. Arif Satria membuktikan komitmen IPB sebagai Kampus Informatif dengan membacakan Deklarasi Keterbukaan Informasi dan menandatangani naskah deklarasi keterbukaan informasi tersebut.

“Deklarasi Keterbukaan Informasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan berkomitmen melaksanakan amanah Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan menjadi Kampus Informatif yang selalu berusaha memberikan informasi transparan, akurat serta akuntabel kepada seluruh pemangku kepentingan,” ucap Rektor IPB, Arif Satria.



Close Ads X