Kompas.com - 20/03/2019, 22:49 WIB
Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindik Akstara) Abdul Kahar menerima kunjungan delegasi Pakistan, di Sekretariat Ditjen PAUD dan Dikmas, Jakarta (12/3/2019) Dok. Humas PAUD DikmasDirektur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindik Akstara) Abdul Kahar menerima kunjungan delegasi Pakistan, di Sekretariat Ditjen PAUD dan Dikmas, Jakarta (12/3/2019)

KOMPAS.com - Indonesia dianggap menjadi panutan bagi program pemberantasan buta aksara di Pakistan.

Hal ini mengemukan saat Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindik Akstara) Abdul Kahar menerima kunjungan delegasi Pakistan, di Sekretariat Ditjen PAUD dan Dikmas, Jakarta (12/3/2019)

Maksud kunjungan tersebut terkait sistem pendidikan di Indonesia yang dianggap berhasil mengatasi angka buta aksara.

“Indonesia layak dijadikan panutan (role mode) karena berhasil menuntaskan target pemberantasan tuna aksara lebih cepat," ujar Sekretaris Tambahan Kementerian Pertahanan Federal Pendidikan Islamabad, Syed Anwar Ul Hasan Bokhari.

Baca juga: 12 Penulis Perkenalkan Literasi Indonesia di London Book Fair 2019

“Selain telah mendapatkan penghargaan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 2012 silam. Indonesia juga memiliki luas wilayah dan letak geografis yang terdiri dari banyak pulau, suku bangsa dan adat istiadat sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi Pakistan untuk belajar dari Indonesia,” ujar Syed Anwar Ul Hasan Bokhari menambahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama 8 (delapan) hari kunjungan, 16 delegasi Pakistan melakukan kunjungan ke Pusat Pengembangan (PP) PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Barat dan Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Delegasi Pakistan ini juga mengunjungi Pendidikan Keluarga untuk regional Asia Tenggara (ASEAN), atau Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta beberapa lembaga atau Kementerian yang terkait pendidikan khususnya dibidang Nonformal dan Informal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.