STP Bandung dan Bali Gandeng Australia Buka Kelas Internasional

Kompas.com - 02/04/2019, 22:27 WIB
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat meresmikan International Class and English Languange Centre (ELC) di STP Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019). Dok. KemenparMenteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat meresmikan International Class and English Languange Centre (ELC) di STP Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia sedang fokus menyiapkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif. Pada sektor pariwisata juga dilakukan hal yang sama yakni penyiapan SDM salah satunya dengan dibukanya kelas internasional berstandar global.

Terkait hal itu, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung and STP Nusa Dua Bali membuka kelas internasional menggandeng Victoria University Polytechnic Melbourne, Australia. Program ini nantinya memungkinkan pertukaran mahasiswa dan program magang di Australia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat meresmikan International Class and English Languange Centre (ELC) di STP Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019) menjelaskan kelas internasional ini bertujuan meningkatkan standar kurikulum pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM pariwisata.

Program magang Australia

“Program kelas internasional ini adalah salah satu jawaban dalam menghasilkan SDM yang andal dan kompetitif. Dalam pengembangan SDM Pariwisata itu gunakan global standar, agar bisa bersaing di level global," ujar Arief Yahya seperti dikutip dari rilis media Kemenpar.

Baca juga: Disparekraf NTT Luncurkan Perpustakaan Digital Pariwisata

Menpar menambahkan, "Indonesia sendiri saat ini sudah menggunakan regional standar yang sering disebut ASEAN MRA, Mutual Recognition Arrangement. Kita harus punya kompetensi selevel ASEAN dulu saja.

Implementasinya sendiri, lanjut Menpar, nantinya para mahasiswa akan memiliki kesempatan belajar 2 semester di Victoria University. Mereka juga akan menjalani magang di Australia sebagai salah satu peluang besar mendapatkan pengalaman bekerja.

“Dengan harapan tinggi, upaya ini akan meningkatkan tingkat standar pendidikan pariwisata di Indonesia menuju standar global. Saya harap para mahasiswa akan melakukan yang terbaik dalam proses belajar. Karena para mahasiswa ini juga mewakili Indonesia di Australia,” ujar Menpar.

Spesialisasi sekolah pariwisata

Nantinya akan ada beberapa program-program yang dikembangkan STP NHI Bandung dan STP Bali ELC antara lain penguatan pembelajaran bahasa Inggris untuk hospitality bagi mahasiswa dan dosen.

Kemudian juga akan diadakan pelatihan kemahiran bahasa Inggris terkait industri pariwisata dan perhotelan seperti di bidang kesekretariatan dan petugas informasi atau contact center. Dan yang terakhir, akan diadakan pula program persiapan dan Tes IELTS bagi mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum.

Selain meresmikan kelas internasional, Arief menekankan pentingnya Perguruan Tinggi Negeri Pariwsata di bawah koordinasi Kemenpar menerapkan 3C (Curriculum, Certification, Center of Excellence), yang merupakan basis standar dunia.

Sertifikasi akan mewajibkan semua lulusan sekolah di bawah Kemenpar, dosen, serta perguruan tingginya harus terstandarisasi dengan standar ASEAN. Sementara itu, center of excellence mewajibkan setiap orang memiliki keahlian khusus untuk masuk ke dalam industri pariwisata.

“Maka dari itu, saya meminta setiap sekolah pariwisata memiliki spesialisasinya masing-masing misal Bandung untuk kuliner, Bali untuk budaya, dan Lombok terkait wisata halal,” tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X