Kisah Inspiratif 5 Siswi Sanur Bersihkan MRT, Teladan Tanpa "Nyinyiran"

Kompas.com - 07/04/2019, 09:03 WIB
Lima siswi SMP Santa Ursula Jakarta berinisiatif membersihkan sampah MRT (30/3/2019). Ki-Ka: Patricia, Angie, Andrea, Wynnona, Amanda (Petugas MRT) dan Brigidta. Dok. Pribadi AmandaLima siswi SMP Santa Ursula Jakarta berinisiatif membersihkan sampah MRT (30/3/2019). Ki-Ka: Patricia, Angie, Andrea, Wynnona, Amanda (Petugas MRT) dan Brigidta.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu media sosial sempat dihebohkan polemik soal budaya pengguna MRT (Moda Raya Terpadu) yang belum teredukasi dalam memanfaatkan fasilitas transportasi baru ini.

Buang sampah sembarangan, menggelar makan minum sampai menginjak-injak kursi menjadi bahan "nyinyir" dan sindiran yang sempat ramai mewarnai perdebatan di media sosial. 

Berbagai argumen dan pembelaan muncul, mulai dari anggapan kurang tersedia fasilitas kebersihan hingga belum siapnya masyarakat dalam memasuki budaya modern dalam menggunakan MRT.

Di tengah perdebatan tersebut, 5 siswi kelas 9 SMP Santa Ursula ( Sanur) Jakarta Patricia, Angie, Andrea, Wynnona, dan Brigidta tergerak melakukan aksi nyata membersihkan sampah-sampah yang masih berserakan di dalam moda transportasi tersebut pada 30 Maret 2019.

Digerakan hati

"Itu bukan dari sekolah, itu murni atas inisiatif spontan mereka. Hari itu mereka jalani Penilaian Akhir Semester (UAS) kelas 9, di hari terakhir, terus mereka berlima ingin naik MRT. Nah, mungkin melihat sampah yang berserakan, mereka tergerak hatinya," ujar Bambang Purwita, Kepala SMP Sanur Jakarta.

Hal ini dibenarkan Angie, salah satu siswa Sanur yang melakukan kegiatan ini. 

Baca juga: Alumni LPDP Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar dan Menjaga Lingkungan

"Jadi awalnya tuh memang kita naik mau MRT cuma untuk nyobain dan sekalian refreshing karena kita baru saja selesai ulangan umum. Sebenarnya kita sudah lihat sih keadaan MRT yang kotor dari foto-foto yang beredar di social media, tapi banyak juga orang-orang yang bilang kalau MRT sudah bersih," cerita Angie.

Akhirnya mereka memutuskan naik MRT dan merasa prihatin melihat kondisi yang ada. 

Ia menyayangkan masih adanya sikap kurang menghargai keberadaan fasilitas pemerintah yang sangat bagus ini.

"Pas sampai di situ, kita sedikit kaget melihat kondisi stasiun MRT yang tidak sesuai sama ekspektasi kita, kotor banget. Parahnya, semua orang seperti tidak peduli gitu sama sampah-sampah yang berserakan," lanjutnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X