Masuk Daftar Universitas di Dunia yang Beri Dampak ke Masyarakat, Ini Kata UGM

Kompas.com - 08/04/2019, 16:25 WIB
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Situs UGMUniversitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta masuk dalam daftar "University Impact Ranking 2019" versi lembaga pemeringkat internasional, The Higher Education (THE).

Daftar ini berisi deretan universitas di dunia, dinilai berdasarkan dampak yang diberikan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Indra Wijaya Kusuma mengatakan, terdapat beberapa standar yang digunakan dalam pemeringkatan ini.

"THE University Impact Ranking ini adalah pemeringkatan terbaru dan satu-satunya di dunia yang didasarkan kepada pencapaian SDG (Sustainable Development Goals) dari PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa)," kata Indra saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Indra menjelaskan, THE menggunakan 11 aspek dari 17 aspek yang ada dalam SDG. Proses pemeringkatan ini dilakukan dengan pengiriman data dari UGM ke THE, di mana UGM sebelumnya telah melakukan SDG tersebut.

"THE meminta data dan bukti dari capaian UGM dalam menunjang SDG. UGM sudah melakukan semua yang ada dan diminta untuk melampirkan data dan bukti-bukti tersebut. UGM sudah menjalankan SDG secara penuh," kata dia.

Baca juga: UGM Masuk Peringkat Dunia Universitas Berdampak pada Masyarakat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia sendiri, terdapat tujuh perguruan tinggi (UGM, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Padjajaran) yang masuk dalam perangkingan dari total 462 universitas yang dianggap memenuhi syarat oleh THE.

"Penilaian dilakukan dari 4 SDG (salah satu di antaranya harus SDG 17 tentang partnership). Lainnya tiga SDG yang rankingnya tertinggi di masing-masing aspek," ujar Indra.

Indra menambahkan, UGM berada di peringkat 50 dunia dalam aspek decent work and economic growth, peringkat 70 dunia pada aspek gender equality, peringkat 101+ dunia aspek industry, innovation, and infrastructure, serta peringkat 101+ dalam aspek partnership for the goals.

Proses UGM masuk dalam pemeringkatan dunia inipun juga membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Proses pencapaian SDG menggunakan data selama 1 tahun. Proses penyiapan bukti ke THE diberi waktu 2 bulan (Desember 2018 dan Januari 2019)," tutur Indra.

Dilansir dari situs THE, 11 indikator yang digunakan mencakup hal berikut:

  1. Good health and weel-being (SDG 3)
  2. Quality education (SDG 4)
  3. Gender equality (SDG 5)
  4. Decent work and economic growth (SDG 8)
  5. Industry, innovation, and infrastructure (SDG 9)
  6. Reduced inequalities (SDG 10)
  7. Sustainable cities and community (SDG 11)
  8. Responsible consumption and production (SDG 12)
  9. Climate action (SDG 13)
  10. Peace, justice, and strong institutions (SDG 16)
  11. Partnerships for the goals (SDG 17)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.