KLIS dan Upaya Melahirkan Pemimpin Islam Cerdas dan Pembawa Damai

Kompas.com - 09/04/2019, 18:27 WIB
Peluncuran KLIS dilaksanakan bersamaan seminar internasional bertema ?International Forum On Islam, Education, and Global Peace?  di K-Link Tower, Jakarta (9/4/2019). Seminar ini merupakan kerjasama KLIS dan Asian Islamic Universities Association (AIUA). Dok. KLISPeluncuran KLIS dilaksanakan bersamaan seminar internasional bertema ?International Forum On Islam, Education, and Global Peace? di K-Link Tower, Jakarta (9/4/2019). Seminar ini merupakan kerjasama KLIS dan Asian Islamic Universities Association (AIUA).

KOMPAS.com - K-Link Indonesia meluncurkan sekolah Islam internasional Knowledge Link Intercultural School (KLIS) untuk tingkat dasar (primary school) dan SMP-SMA (secondary school) berlokasi di K-Link Tower, Jakarta dan kawasan Sentul, Bogor.

Peluncuran KLIS dilaksanakan bersamaan seminar internasional bertema “International Forum On Islam, Education, and Global Peace”  di K-Link Tower, Jakarta (9/4/2019). Seminar ini merupakan kerjasama KLIS dan Asian Islamic Universities Association (AIUA).

Seminar menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan internasional dari dalam dan luar negeri, diantaranya, Sheikh Muhammad Bin Yahya Al-Ninowy (Pendiri Madina Institute dari USA), Prof. Amin Abdullah (Mantan rektor UIN Sunan Kalijaga Indonesia), Prof. Amany Lubis (Rektor UIN
Syarif Hidayatullah, Jakarta), dan pembicara lain dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Afrika Selatan.

Menjawab Industri 4.0

Sheikh Muhammad, Pendiri Madina Institute USA menyampaikan, "Kita perlu memberikan pemahaman dalam melihat pendidikan Islam. Islam tidak hanya soal iman namun juga terkait fakta dan pengetahuan."

Baca juga: Jateng Terapkan Pendidikan Antikorupsi di 23 Sekolah

Ini berarti, lanjutnya, Islam juga memberikan ruang pada ilmu pengetahuan. "Untuk itu pendidikan dalam semua jenjang harus mendorong pada iman dan juga pengetahuan. Jadi pendidikan Islam tidak hanya menyangkut teologi melainkan juga filosofi, sains dan etika. Jadi bersifat holistik."

Hal senada disampaikan Presiden Direktur K-Link Indonesia Dato Radzi Saleh, "Dalam industri 4.0 peran manusia akan semakin minimal dan tergantikan oleh robot, kecerdasan buatan, internet dan sejenisnya."

Itu sebabnya, Radzi Saleh menyampaikan siswa KLIS nantinya akan disiapkan dengan berbagai hal yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0. "KLIS akan menyiapkan siswanya secara akademis dan juga menyeimbangkan pendidikan karakter agar melahirkan pemimpin Islam yang membawa damai."

Pembelajaran holistik

Untuk kurikulum international, Radzi Saleh menjelaskan KLIS Secondary menggunakan kurikulum Oxford AQA dan KLIS Primary menggunakan kurikulum Cambridge.

"Oxford AQA International Examination yang telah teruji secara internasional ini nantinya akan diintegrasikan dengan kurikulum dan silabus di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan siswa yang lebih dinamis dan berkonteks budaya," tegas Radzi Saleh.

Lulusan dari KLIS nantinya akan mendapat kesempatan melanjutkan ke sejumlah universitas Islam ternama di dunia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X