Kompas.com - 11/04/2019, 11:24 WIB
Komunitas Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan perusahaan e-commerce Shoope dengan tema Siapkah Indonesia untuk Masa Depan? (6/4/2019). Dok. SMSGKomunitas Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan perusahaan e-commerce Shoope dengan tema Siapkah Indonesia untuk Masa Depan? (6/4/2019).

KOMPAS.com - Pertambahan jumlah pengangguran salah satunya disebabkan peningkatan jumlah angkatan kerja di Indonesia.

Jumlah angkatan kerja yang masuk mencapai 3 juta orang per tahun, jadi komposisi pekerja dan penganggurannya akan terus naik seiring jumlah penduduk. Namun yang masih perlu menjadi perhatian adalah tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan lulusan SMK yang sejatinya dipersiapkan untuk langsung bekerja.

Isu ini mengemuka dalam diskusi pendidikan yang digelar komunitas Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan perusahaan e-commerce Shoope dengan tema "Siapkah Indonesia untuk Masa Depan" (6/4/2019).

Soal SMK kita

Bincang pendidikan menghadirkan beberapa narasumber yaitu: Najelaa Shihab (Pendidik dan Inisiator Semua Murid Semua Guru), Rezki Yanuar (Country Brand Manager Shopee Indonesia), Putra Nababan dan Faldo Maldini.

Baca juga: Khofifah Akan Rombak Aturan Zonasi PPDB untuk SMA dan SMK Negeri

Dalam seminar ditampilkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2018 yang mencatat jumlah angkatan kerja pada tahun tersebut sebanyak 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017.

Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat 0,59 persen poin. Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang, sejalan dengan TPT yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. Padahal idealnya, lulusan SMK dipersiapkan untuk bisa langsung terserap dunia.

Perubahan pendidikan

Tagar "GawatDaruratPendidikan" menjadi dalam bincang pendidikan tersebut sebagai sebuah pesan utama untuk meningkatkan kesadaran semua pihak atas masalah akses, kualitas dan kesetaraan pendidikan Indonesia yang masih perlu terus diperjuangkan bersama.

SMSG memandang pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui #GawatDaruratPendidikan, forum SMSG mengajak semua pemangku kepentingan yaitu guru, orangtua, komunitas dan organisasi pendidikan, pemerintah, media, korporasi dan lain-lain kerja barengan menuju perubahan yang lebih baik dengan cara mendorong inisiatif dan inovasi pendidikan.

SMSG sendiri merupakan  jaringan dan wadah alternatif untuk menyatukan keterlibatan seluruh aktor pendidikan. Jaringan ini diharapkan dapat menjadi simpul berbagai pemangku kepentingan pendidikan - komunitas dan organisasi, media dan korporasi, kementerian dan lembaga, juga pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dalam mendorong perubahan pendidikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X