Kompas.com - 13/04/2019, 10:35 WIB

 

KOMPAS.com - Tak dipungkiri, saat ini satu sisi dunia pendidikan Islam di Indonesia tengah mendapat sorotan dari berbagai kalangan, terutama soal kualitas pengajaran yang masih butuh banyak penyempurnaan dan output dunia pendidikan.

Bukan hanya output kualitas secara intelektual, sekaligus juga akhlak. Apalagi Indonesia, negara majemuk yang kaya akan budaya (multikultural), seharusnya lahir generasi muslim yang sadar kultur, berpola pikir universal dan memiliki ketrampilan dan berkemampuan global.

Karena itu, pembentukan generasi mulai dari tingkat dasar pendidikan merupakan kebutuhan.

Hal ini menjadi salah satu pendorong K-Link, yang telah berkiprah selama 17 tahun di Indonesia, menghadirkan sekolah Islam tingkat dasar Knowledge Link Intercultural School (KLIS) Primary di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor.

Generasi Qur'ani berwawasan multikultur 

“Pengalaman kami di Indonesia telah menyaksikan betapa bagusnya potensi masyarakat di sini. Sebagai mayoritas muslim, masyarakat Indonesia memiliki watak yang kuat, pekerja keras, disiplin dan berkomitmen untuk maju," ujar Presiden Direktur K-Link Indonesia, Dato Radzi Saleh saat soft launching KLIS di K-Link Tower, Jakarta (9/4/2019).

Baca juga: Terapkan Pendidikan Antikorupsi, Gubernur Ganjar Banjir Apresiasi

Ia menambahkan, "Di sinilah kami ingin menjadi bagian lebih untuk kemajuan bangsa, melalui  kontribusi pada dunia pendidikan Islam di tingkat dasar dan menengah."  

Kordinator humas K-Link Indonesia Kartina Ika Sari melalui pesan rilis menambahkan, "KLIS dibangun untuk menjawab permasalahan orang tua yang membutuhkan sekolah Islam berkualitas yang mampu membentuk generasi Qur’ani berwawasan multikultural, cinta perdamaian dan menjadi solusi di setiap bidang kehidupan."
 
Kartika berharap lulusan KLIS mampu menjawab permasalahan di masa depan yang semakin kompleks dan mampu beradaptasi sesuai dengan dinamika zaman.
 
Berbasis kurikulum Cambridge

Lebih jauh Kartika menjelaskan KLIS menggunakan kurikulum international yang dapat memberikan stimulus untuk kemajuan pendidikan anak.

"Ada tiga komponen utama membentuk kurikulum KLIS Primary yaitu Cambridge Primary Framework sebagai dasar, pendidikan agama Islam dan kajian Al-Qu’ran yang dilakukan secara konsisten," jelas Kartika.

Ia menambahkan KLIS juga memberikan porsi-porsi pada pelajaran yang penting untuk ujian nasional.

Tingkat keberhasilan siswa dinilai secara progresif dengan tolak ukur penilaian: Progression Test (penilaian yang dilakukan oleh guru KLIS per mata pelajaran), Checkpoint Tests (penilaian yang dilakukan Cambridge international Examiners, KLIS akan melakukan Junior Al Hafeez Test (minimum 2 juz) dan UASBN - Ujian Nasional.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.