Selain Kesiapan Mental, Ini 2 Kunci Sukses Studi di Denmark

Kompas.com - 19/04/2019, 11:51 WIB
Rinatania Fajrani, mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil studi S3 di University of Copenhagen, Denmark.Dok. Pribadi Rinatania Rinatania Fajrani, mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil studi S3 di University of Copenhagen, Denmark.

KOMPAS.com - Denmark menawarkan fasilitas perkuliahan bermutuh tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding negara-negara Eropa lain. 

Namun demikian, dibutuhkan persiapan mental sebelum melanjutkan pendidikan di negara Skandinavia tersebut. Hal itu disampaikan oleh Rinatania Fajriani, mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh studi S3 di University of Copenhagen, Denmark.
 
“Yang harus dipersiapkan memang mental karena kehidupan di sini sangat berbeda jauh. Semua tidak bisa instan, butuh proses yang panjang,” kata wanita yang akrab disapa Rina ini ketika ditemui di Copenhagen (12/4/2019).

1. Membangun relasi

Rina mencontohkan persiapan mengurus ijin visa tinggal hingga mencari tempat tinggal sangat menyita waktu. Tak sedikit orang yang menggampangkan dan waktunya habis untuk persiapan padahal masa perkuliahan sudah akan dimulai.
 
“Dari awal, bahkan sebelum datang ke sini, sudah harus bangun relasi karena kita tidak bisa langsung datang dan mendapat kamar.
 
 
Sama seperti di negara Eropa lain, supply dan demand housing di sini tidak imbang, sehingga harus  aktif bertanya ke grup WNI atau mahasiswa beasiswa lain,” ujarnya.
 
Rina yang mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan RI ( LPDP) ini menyarankan calon mahasiswa yang akan Denmark untuk lebih rajin bertanya.

2. Kemampuan berpikir kritis

 
Kendati begitu, Rina mengaku sangat menikmati masa studinya di Eropa. Lulusan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mengantongi gelar master dari University of Manchester Inggris ini merasa terbantu dengan kemudahan akses ke jurnal internasional.
 
“Di sini aksesnya sangat mudah. Kita bebas pinjam buku ke perpustakaan, termasuk akses ke jurnal dan buku online yang semuanya unlimited karena mereka sudah lisenced dengan jurnal internastional,” katanya.
 
Hal lain yang disukainya selama di Denmark adalah kemampuan berpikir kritis di lingkungan kampusnya yang menurutnya sangat mendukung studinya.
 
“Kalau kita presentasi, mereka akan mendengarkan serius lalu memberi feedback yang membangun. Kritik juga disampaikan dengan cara yang baik, bukan untuk menjatuhkan. Sangat supportive dan membantu kita berargumen dengan baik,” kata wanita yang mengambil subjek riset tentang social intimacy, internet, dan Islam ini.



Terkini Lainnya

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Megapolitan
Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Nasional
Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Regional

Close Ads X