Pendidikan Karakter di SMK Perkuat Kompetensi Kerja

Kompas.com - 20/04/2019, 11:35 WIB
Sebanyak 647 siswa dari 9 jurusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi mengikuti kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental (PFM) Angkatan 29 (16/4/2019). Dok. Disdik JabarSebanyak 647 siswa dari 9 jurusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi mengikuti kegiatan Pembinaan Fisik dan Mental (PFM) Angkatan 29 (16/4/2019).

KOMPAS.com - Sebanyak 647 siswa dari 9 jurusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi mengikuti kegiatan "Pembinaan Fisik dan Mental (PFM)" Angkatan 29 (16/4/2019).

Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa sebelum lulus sekolah, sekaligus persiapan menghadapi dunia usaha dan industri 4.0. 

Pada kegiatan tersebut, Analisis Pertimbangan Bantuan Hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumhamProvinsi Jawa Barat, Cecep Irawan memberikan materi Profesionalisme & Karakter Kerja Industri Bidang Instrument.

Bekal pendidikan karakter

 

Dilansir dari laman DInas Pendidikan Jawa Barat, Cecep Irawan berharap setiap siswa siap menghadapi berbagai rintangan dan hambatan karena telah memiliki bekal skill, knowledge, dan attitude yang memadai.

Baca juga: Ratusan Lulusan SMK Langsung Kerja di Bengkel Resmi Honda

 

"Dari bekal tersebut, semoga siswa mampu bertahan di dunia kerja yang dijalani," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Pelaksana PFM Angkatan 29, Tedi Ahmad Santosa mengatakan kegiatan ini berawal dari permintaan pihak industri yang menginginkan tenaga siap pakai saat mereka lulus sekolah, terutama di bidang mental dan fisik. 

"Sehingga, banyak industri yang meminta para siswa dibina terlebih dahulu sebelum praktik industri, apalagi untuk bekerja," ujarnya.

Ahmad menuturkan, pendidikan karakter sangat penting bagi siswa karena mereka akan berbaur dalam lingkungan industri. Bukan hanya kemampuan, mental kuat juga menjadi tujuan utama.

Penguatan fisik dan mental

"Bila fisik dan mental sudah kuat, perusahaan tinggal melatih kemampuan serta memberikan ilmu saat mereka praktik industri. Ini akan berdampak positif bagi sekolah dan anak didik tersebut," tambahnya.

Kegiatan ini memberi pengaruh baik setiap tahunnya. Hal itu terbukti dengan berbagai laporan positif diberikan pihak industri saat mendidik para siswa SMKN 1 Cimahi ketika praktik industri selama empat bulan. Bahkan, sebagian besar dari mereka langsung terpilih menjadi pegawai.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PFM, Erwin menambahkan, dalam kegiatan ini pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) diperlukan bagi siswa. Karena, pendidikan jasmani dibutuhkan untuk melatih fisik agar tetap prima saat bekerja

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X