Jika Guru Tidak Ikuti Teknologi, Murid Akan Kalahkan Guru

Kompas.com - 20/04/2019, 20:08 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang (20/4/2019).Dok. Kemenristekdikti Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang (20/4/2019).

KOMPAS.com - Di era Revolusi Industri 4.0 dimana banyak materi pembelajaran di internet, guru perlu mengikuti segala teknologi yang dapat membantunya mengajar.

Hal ini diingatkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam Wisuda Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Jombang (20/4/2019).

 

"Di era sekarang ini guru tidak boleh ketinggalan di dalam teknologi yang mendukung literasi, karena kalau seorang guru tidak mengetahui teknologi ini pasti akan kalah oleh murid," ujar Menristekdikti dalam sambutan wisuda berjudul "Peran Perguruan Tinggi, Mahasiswa, dan Lulusannya Menjawab Tantangan Era Disrupsi Teknologi" di Wisuda dan Dies Natalis ke-42 STKIP PGRI Jombang.

Guru harus update

Nasir mengingatkan ilmu yang diajarkan kepada murid tidak berhenti setiap tahun melainkan terus diperbarui, sehingga guru tidak boleh berpuas dengan buku ajar yang lama. Ia mengimbau guru tidak boleh hanya mengajar dari buku pelajaran yang sudah lama terbit.

Baca juga: Program Pintar: Ini 5 Strategi Dosen Tumbuhkan Minat Baca Calon Guru

"Jangan sampai menjadi dosen atau guru ketinggalan teknologi, dengan menggunakan buku yang dipakai cetakan tahun-tahun yang lalu, tahun 2005 atau 2010, padahal sekarang sudah tahun 2019 dan harus update," ungkap Nasir.

Lebih lanjut Nasir menyatakan di era Revolusi Industri 4.0 ini akan ada banyak mata pelajaran dan mata kuliah yang dapat diajarkan tanpa guru atau dosen sama sekali, sehingga guru dan dosen perlu meningkatkan kemampuan mengajar juga dengan bantuan teknologi, sehingga mereka tetap dapat memberikan pengajaran maksimal.

Profesionalitas jadi kata kunci

"Sekarang dunia pengajaran sudah menggunakan sistem pembelajaran yang tidak lagi menggunakan orang lagi. Kami datang ke Korea Selatan, Jepang dan China bahkan sampai dengan Kanada. Ada suatu proses pembelajaran dimana mahasiswa sudah tidak lagi bersentuhan dengan orang di tingkat pendidikan tinggi," ungkap Nasir.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi mengatakan guru di Indonesia akan tetap dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 selama mereka terus meningkatkan profesionalismenya.

"Profesionalisme adalah kata kunci dan menjadi perhatian global, karena itu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita akan terus belajar dan profesionalisme itulah yang menjadi kuncinya. Dengan terus mengasah diri insya Allah kita akan bisa memposisikan diri apapun tantangannya di era 4.0," ungkap Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Setelah memberikan sambutan wisuda, Menristekdikti meresmikan Gedung Student Center STKIP PGRI Jombang. 



Terkini Lainnya

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Ketua DPP PDI-P Sebut Percepatan Kongres V Bukan karena Megawati Ingin Mundur

Nasional
Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Penetapan Titik Koordinat Rumah Siswa Bikin Lama Verifikasi Berkas PPDB

Megapolitan
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari 02

Regional
Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Penolakan dan Kepercayaan Diri Tim Hukum 01 Jawab Tuduhan Kecurangan 02 di MK...

Nasional
Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Sampah di TPA Cipayung Capai 1.000 Ton Per Hari, Pemkot Depok Ingin Percepat Pemindahan ke Lulut Nambo

Megapolitan
Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Regional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Jendela | Mantan Presiden Mesir Meninggal

Internasional
MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

MK Gelar Sidang Kedua Sengketa Hasil Pilpres pada Hari Ini

Nasional
Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Jemaah Ahmadiya Lombok Timur Sudah Tak Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Regional
Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Warga di Probolinggo Tolak Pembangunan Gedung Kremasi

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

[POPULER MEGAPOLITAN]: Mantan Kapolda Mengaku Tak Tahu Apa Salahnya I Kivlan Akui Terima 4.000 Dollar Singapura untuk Aksi Supersemar I Penumpang Expander Korban Kecelakaan Cipali Satu Keluarga

Megapolitan
Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Kejati Jatim Usut Dugaan Penyalahgunaan Aset Negara Triliunan Rupiah di Surabaya

Regional
Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 62,6 Persen

Megapolitan
Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Perwakilan Majalah Tempo dan Eks Komandan Tim Mawar Akan Hadiri Mediasi di Dewan Pers

Nasional
Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Polisi Selamatkan 21 Pekerja Migran NTT yang Hendak Dikirim ke Malaysia

Regional

Close Ads X