KILAS

Pentingnya Literasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Jabar

Kompas.com - 21/04/2019, 12:23 WIB

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku perlu untuk menggalakan literasi di daerahnya. Sebab, dia khawatir dengan masyarakat yang banyak menghabiskan waktunya bergaul dengan handphone.

Menurut dia, rata-rata masyarakat menghabiskan waktu empat jam sehari bermain handphone. Dari kegiatan tersebut, masyarakat rentan mendapatkan informasi yang tidak jelas bahkan hoaks.

“Hoaks itu diakibatkan karena membaca sepintas, kurang punya kemampuan memahami informasi. Habis waktu untuk bahas hal-hal yang tidak jelas,” ungkapnya.

Ridwan mengaku punya solusi untuk mengatasinya. Setelah sukses dengan 'Kolecer', dia meminta setiap kepala daerah di kabupaten/kota di Jawa Barat untuk menambahkan infrastruktur kolecer sebanyak mungkin.

Selain itu, pemerintah provinsi (pemprov) Jabar akan menggalakkan budaya baca di tiap jenjang pendidikan, minimal sebelum masuk kelas. Bukan buku pelajaran, melainkan buku-buku fiksi atau pengayaan pengetahuan lainnya. Program satu desa satu perpustakan juga akan digulirkan.

"Saya juga akan meminta setiap kepala dinas untuk membaca minimal satu buku per bulan lalu meresumenya," lanjut Gubernur.

Seperti diketahui, jumlah penduduk Jabar merupakan 38 persen dari total penduduk Indonesia, namun tingkat literasinya masih masuk kategori sedang, yakni 68,18 persen. Oleh karena itu, apapun program literasi yang dicanangkan harus didukung.

"Membaca itu sama dengan mengubah pola pikir sempit menjadi luas. Dari yang apa adanya menjadi komprehensif,” terang Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (21/4/2019).

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando, mengapresiasi niat baik gubernur yang ingin menjadikan literasi sebagai upaya mensejahterakan masyarakatnya.

Secara sederhana literasi bisa diartikan sebagai kemampuan mengenal kata, menyatakan pendapat, dan menciptakan barang dan jasa.

Festival Literasi disemarakkan oleh penampilan kolaborasi siswa tuna rungu dan tuna netra, performance dari para istri Forkopimda dan Bhayangkari, pameran perpustakan dan produk kerajinan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta aksi flash mob Ayo Membaca oleh Ferry Curtis.Dok. Humas Badan Negara Perpustakaan Nasional Festival Literasi disemarakkan oleh penampilan kolaborasi siswa tuna rungu dan tuna netra, performance dari para istri Forkopimda dan Bhayangkari, pameran perpustakan dan produk kerajinan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta aksi flash mob Ayo Membaca oleh Ferry Curtis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.