Survei FEB UI: Teknologi GoJek Buat Bisnis UMKM "Naik Kelas"

Kompas.com - 22/04/2019, 21:52 WIB
Tampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek.Reza Wahyudi/KOMPAS.com Tampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek.

KOMPAS.com - Pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) menilai layanan GoFood dari GoJek sebagai mitra bisnis yang paling menguntungkan secara omzet.

Data ini tergambar dalam hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) berjudul “Dampak GoJek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018” yang dirilis 22 April 2019.

Penelitian dilakukan pada 1.000 mitra UMKM GoFood di 9 kota besar di Indonesia yakni; Balikpapan, Bandung, Jabodetabek, Denpasar, Makassar, Medan, Palembang, Surabaya, Yogyakarta.

Penelitian ini menunjukan bagaimana GoFood membantu meningkatkan omzet dan skala bisnis UMKM, serta persepsi positif UMKM terhadap kemitraan mereka dengan GoFood. 

UMKM "naik kelas"

Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K. Walandouw memaparkan penilaian UMKM ini didasarkan pada dampak positif dirasakan mitra UMKM yang bergabung dengan Go-Jek di layanan Go-Food, mulai dari kemitraan yang menguntungkan, peningkatan volume transaksi hingga kenaikan klasifikasi omzet usaha.

Baca juga: Peneliti UI: Dilarang Pakai Gawai Anak Jadi Labil, Harus Bagaimana?

 

“Peningkatan klasifikasi omzet usaha ini menunjukkan UMKM yang bergabung dengan Go-Food mengalami perluasan pasar dan naik kelas, seperti dari mikro ke kecil dari kecil ke menengah," ujar Paksi melalui rilis yang diterima Kompas.com.

Ia menambahkan, "Dengan UMKM yang naik kelas dan usahanya membesar, maka mereka bisa menyerap tenaga kerja dan menyumbang lebih banyak kepada ekonomi daerah atau nasional."

Paksi memaparkan peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari Go-Food ke dalam usaha mereka.

Berdampak pada bisnis

Terkait manfaat dirasakan mitra GO-FOOD, Paksi menjelaskan UMKM menilai positif prospek bisnis dengan GoFood secara jangka panjang.

Saat responden UMKM ditanyakan apa alasan utama mereka bergabung, berikut hasil temuan survei:

  • 87 persen responden UMKM menilai layanan GoFood lebih terpercaya.·                     
  • 87 pesern responden UMKM menilai layanan GoFood lebih aman.
  • 90 persen responden UMKM bergabung menjadi mitra GoFood karenasudah ada lebih lama di Indonesia.

“Penilaian positif dalam prospek bisnis jangka panjang menyuratkan kepercayaan UMKM kepada platform teknologi seperti GoJek yang membawa dampak positif berkelanjutan kepada bisnis mereka di tengah perubahan perilaku konsumen terutama di segmen generasi millenial dan generasi Z,” ujar Paksi.

Tingkatkan daya saing

Hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) berjudul ?Dampak GoJek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018? yang dirilis 22 April 2019.Dok. LD FEB UI Hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) berjudul ?Dampak GoJek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018? yang dirilis 22 April 2019.

Paksi menambahkan, “Brand awareness GoFood yang telah terbangun dengan baik di mata pelanggan, membuat para UMKM semakin yakin usaha mereka bisa berkembang dengan GoFood."

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X