Kompas.com - 23/04/2019, 17:38 WIB
Skripsi Lisa Stefanny yang viral karena jumlah halamannya sebanyak 1.156 lembar. Instagram/@lisastefanny_Skripsi Lisa Stefanny yang viral karena jumlah halamannya sebanyak 1.156 lembar.
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Lisa Stefanny, alumni Program Studi Peminatan Pemasaran Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Surabaya menjadi viral di media sosial karena skripsinya yang setebal 1.150 halaman.

Foto skripsi milik Lisa tersebut menjadi pembicaraan masyarakat luas. Banyak dari mereka yang tidak membayangkan bagaimana proses pembuatan skripsi dengan jumlah halaman sebanyak itu.

Lisa turut mengunggah foto tugas akhirnya ini di akun pribadi Instagram miliknya, @lisastefanny_.

Baca juga: Viral Chat Rektor dengan Mahasiswi soal Konser Dibayar IPK, Ini Kisahnya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Karna belum pernah post hasil skripsi di feeds mkanya mumpung di post orang ku repost balik hahaa. Percayalah ini kerjanya cuma 1.5 bulan????. Aprill awal jurnal sempet di tolak. Jd aku udh kerja sebelumnya sbnrnya, tapi karna ganti jurnal april awal ngulang jurnal baru tgl 10an trs kebut wawancara 5 informan dlm 3 hari posisi udh ada pengumumn lomba masuk 10besar dan said yes berangkat final. Lomba gabisa main2 sih jd udh mulai siap2 lomba dari tgl 15an sampai week 3. Week 4 akhir tgl 24 april kalau ga salah berangkat bandung smpe 29 april, 30 baru balek sby. Posisi lomba skripsi nganggur. Tepat 1 mei baru mulai kerja dari bab 1. 6 juni udh kmpul???? puji Tuhan kelar #Repost @dailyubaya • • • • • • Skripsi paling GG se-Ubaya Skripsi yang disusun oleh @lisastefanny_ dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika ini tebalnya lebih dari 1150 halaman guys, wiihhh ini saking semangatnya si penyusun atau emang dia ga ada kerjaan selain ngerjain skripsi ya?

A post shared by by Lisa Stefanny (@lisastefanny_) on Apr 10, 2019 at 4:51am PDT

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menariknya, skripsi tersebut berhasil Lisa selesaikan dalam waktu kurang lebih 45 hari.

"Semester enam saya sudah metodologi penelitian. Semester tujuh sudah mulai skripsi. Karena mengulang mata kuliah, saya mulai skripsi semester delapan," kata Lisa saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Warga yang tinggal di perbatasan Surabaya-Sidoarjo ini mengusung tema artist brand building untuk tugas akhir meraih gelar sarjananya tersebut.

Menurut dia, proses pengerjaan skripsi tersebut ini tak terbilang mulus. Ia merasakan penolakan dan susahnya mencari narasumber untuk dijadikan bahan dalam tugas akhirnya.

Selain itu, pada saat bersamaan, Lisa juga disibukkan dengan serangkaian lomba yang diikuti. Untungnya, kedua dosen pembimbingnya mendukungnya dengan baik.

"April 2018 saya sempat ganti jurnal karena salah. Saya mulai dari awal menanyakan ke dosen pembimbing untuk konsultasi pertanyaan yang ditujukan ke narasumber," ujar Lisa.

Jika ada revisi dari dosen pembimbing, ia melakukan pembenaran melalui laptop karena banyaknya lembaran tugas akhir yang Lisa kerjakan.

Meskipun penuh liku, wanita yang bekerja di perusahaan swasta ini mengaku menikmati setiap proses pengerjaan tugas akhirnya.

"Sudah diniatin saja, memang saya suka," tutur Lisa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.