Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Kompas.com - 23/04/2019, 20:37 WIB
E-Poster Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VIDok. BBJ E-Poster Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI

KOMPAS.com - Dalam rangka memacu dan memicu perkembangan seni grafis Indonesia, Bentara Budaya menggelar pameran hasil karya 30 finalis "Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI" pada 25 April - 5 Mei 2019, Pukul 10.00-18.00 WIB di Bentara Budaya Jakarta. 

Malam puncak penghargaan dari kompetisi yang diikuti 317 karya dari 166 pegrafis asal 26 negara ini akan dilaksanakan Rabu, 24 April 2019 pukul 19.30 WIB.

Selain pameran, Triennial Seni Grafis juga akan digelar beragam kegiatan lain terkait seni grafis, yakni:

1. Workshop seni grafis: 25 April 2019, Pukul 14.00-17.00 WIB bersama dengan Theresia Agustina Sitompul (salah satu juri Triennial Seni Grafis Indonesia VI).

2. Gambar bareng: 27 April 2019, Pukul 13.00-17.00 WIB  bersama komunitas Indonesia’s Sketchers dan Bogor Sketchers.

Baca juga: Pameran Seni Rupa Orak-arik di Solo

 

3. Kelas Kokoru dan dongeng anak: 30 April 2019, Pukul 08.30-11.30 bagi siswa-siswi sekolah dasar bersama dengan APP Sinar Mas dan Komunitas Mendongeng Kukuruyuk.

Seluruh acara bersifat gratis dan terbuka untuk umum.

Komitmen seni grafis

"Digelar sejak 2003, pada perhelatan kelima tahun 2015 dan berlanjut yang keenam tahun ini, Triennial Seni Grafis Indonesia melibatkan peserta internasional. Hal ini dimaksud untuk memicu dan memacu antusiasme pada seni grafis Indonesia, baik bagi para pelaku maupun publik pemerhati seni grafis pada umumnya,” ujar Direktur Program Bentara Budaya, Frans Sartono.

Frans Sartono menambahkan Triennial Seni Grafis Indonesia menjadi sebuah bentuk komitmen Bentara Budaya dalam mendukung perkembangan seni grafis di Indonesia.

Beberapa negara turut berpartisipasi dalam gelaran dan kompetisi ini, di antaranya; Argentina, Australia, Banglades, Nepal, Bosnia, Brazil, Bulgaria, China, Colombia, Mesir, Perancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Moldova, Filipina, Polandia, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, Serbia, Kroasia, Singapura, dan Kanada.

Wadah seniman

Tahap penjurian Triennial Seni Grafis Indonesia VI di BBJ.Dok. BBJ Tahap penjurian Triennial Seni Grafis Indonesia VI di BBJ.

Kompetisi Triennial Seni Grafis Indonesia VI ini mendapat dukungan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Pada Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI ini, kertas menjadi bahan dasar dalam pembuatan seni grafis. 

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan bertaraf internasional Triennial Seni Grafis, karena ajang ini dapat menjadi salah satu wadah bagi para seniman grafis yang ada di tanah air dalam mengembangkan karyanya," ungkap Managing Director Sinar Mas Saleh Husin.

Saleh menyampaikan terciptanya seni grafis bernilai seni tinggi tidak lepas dari unsur kehati-hatian dari para pelaku seni grafis dalam menuangkan ekspresi.

Unjuk eksistensi

E-Poster Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VIDok. BBJ E-Poster Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI

 

"Pada era digital dan teknologi saat ini, seni grafis masih memperlihatkan eksistensinya, selain itu, unsur sentuhan memiliki nilai tersendiri bagi para penikmatnya. Melalui ajang ini, kertas telah menunjukkan potensi dan manfaat lainnya, yakni menjadi produk bernilai seni tinggi,” tambah Saleh.

Seluruh karya yang mengikuti kompetisi dan pameran telah diseleksi secara ketat para dewan juri terdiri dari; Ipong Purnama Sidhi (ketua dewan juri dan kurator Bentara Budaya), Dwi Marianto (penulis buku dan dosen ISI Yogyakarta), Edi Sunaryo (Perupa dan Dosen ISI Yogyakarta), Devy Ferdianto (Pegrafis dan Kepala Divisi Seni Cetak Ganara), dan Theresia Agustina Sitompul (Perupa, Pegiat Studio Grafis Minggiran Yogyakarta dan Dosen ISI Surakarta).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X