Guru Besar President University: Jangan Jadi Profesor "PTP"

Kompas.com - 27/04/2019, 21:25 WIB
Senat President University menggelar upacara pengukuhan Guru Besar Prof. Jony Oktavian di Auditorium Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Cikarang (26/4/2019). Dok. President University Senat President University menggelar upacara pengukuhan Guru Besar Prof. Jony Oktavian di Auditorium Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Cikarang (26/4/2019).

KOMPAS.com - Senat President University menggelar upacara pengukuhan Guru Besar Prof. Jony Oktavian di Auditorium Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Cikarang (26/4/2019).

Pengukuhan Guru Besar yang sekaligus merupakan Rektor ini merupakan kali pertama di lingkungan President University.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Jony memaparkan tema "Peluang dan Etika Penelitian tentang Anak Sebagai Pasar Potensial: Pasar yang Tidak Disadari".

Anak dan pasar potensial

Dalam orasi ilmiah, Prof. Jony menyampaikan, "Kehadiran anak seringkali dilupakan sebagi pasar potensial."

Padahal, menurutnya pasar anak-anak mencakup tiga pasar sekaligus: (1) pasar primer di mana anak sebagai pembeli langsung, (2) pasar pemberi pengaruh yang menjadi faktor penting orangtua dalam memutuskan, dan (3) pasar masa depan di mana anak yang telah terpapar brand saat ini memiliki potensi besar menjadi loyal brand.

Baca juga: Menteri Nasir Sindir Profesor yang Nikmati Tunjangan, tapi Tak Meriset

"Jika sejak usia dini dapat diindentifikasi apa yang menjadi penyebab loyalitas anak pada brand maka dapat terjadi terobosan besar di dunia pemasaran dan ilmu manajemen secara umum," ujarnya.

Anak dan etika pemasaran

Meski demikian, melalui penelitian panjang selama 10 tahun Prof. Jony mengingatkan untuk tetap mengedepankan etika dalam bisnis pemasaran di segmen anak-anak.

"Meski pasar anak sangat besar dan potensial, namun anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka memiliki keterbatasan dalam memilih dan mengelola informasi yang mereka terima," tegasnya.

Untuk itu, bagi pemasar sangat penting untuk mempehatikan aspek etika dalam melakukan kegiatan pemasaran kepada anak. "Kami memperkenalkan konsep virtue ethic sebagai pendekatan alternatif baru bagi kegiatan pemasaran kepada anak, tambah Prof. Jony.

Virtue ethic yang merupakan kebiasaan untuk terus menerus melakukan kebaikan diyakini Prof. Jony mampu mengatasi eksploitasi kegiatan pemasaran kepada anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X