Siswa Diimbau Tidak Berlebihan Rayakan Kelulusan

Kompas.com - 01/05/2019, 22:17 WIB
Aksi saling coret pakaian seragam sekolah siswa SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/5/2017) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereAksi saling coret pakaian seragam sekolah siswa SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/5/2017)

KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika mengimbau siswa kelas XII tidak merayakan euforia kelulusan secara berlebihan, terutama mengarah pada berbagai hal negatif seperti konvoi di jalanan atau mencoret seragam. 

"Jangan melakukan hal yang membahayakan diri sendiri. Selain mengganggu ketertiban umum, hal tersebut pun tidak memiliki manfaat," ujar Kadisdik seperti dilansir dari laman Dinas Pendidikan Jawa Barat (30/4/2019). 

Tidak dengan berlebihan

Kadisdik mengatakan, pihaknya telah membuat surat edaran kepada seluruh sekolah agar siswa tidak melakukan konvoi atau hal negatif lainnya saat kelulusan.

 

"Daripada konvoi atau mencoret seragam, lebih baik mendonasikan pakaian kepada adik kelas yang membutuhkan," saran Kadisdik. 

Baca juga: Khofifah Akan Rombak Aturan Zonasi PPDB untuk SMA dan SMK Negeri

Hal senada diucapkan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (Kabid PSMA) Disdik Jabar, Yesa Sarwedi. Menurutnya, kelulusan merupakan hal yang harus disyukuri, tapi tidak dirayakan secara berlebihan.

"Meluapkan kesenangan itu boleh, tapi tidak dengan cara yang berlebihan," ungkapnya.

Pendekatan siswa dan orangtua

Sementara itu, Kepala SMAN 21 Bandung Santy Kurnia Dewi menyatakan pihaknya telah juga melakukan pendekatan kepada siswa.

"Kita sudah memberi pendekatan agar siswa tidak melakukan hal tersebut. Secara khusus, kita pun telah menjelaskan kepada mereka bahwa meski sudah tidak ada kegiatan di sekolah, perilaku atau kegiatan siswa masih dipantau," ujarnya. 

Karena siswa kelas XII sudah tidak melakukan kegiatan belajar mengajar, lanjutnya, pihak sekolah memberi surat edaran kepada orangtua siswa agar bersinergi memantau kegiatan mereka.

"Karena aktivitas di sekolah sudah tidak penuh maka pengawasan dari orang tua sangat diperlukan," tandasnya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X