Gebrakan Internasional "Breaking" FBSI di "LawFest 2019" Atma Jaya

Kompas.com - 17/05/2019, 22:25 WIB
FBSI menggelar kualifikasi kejuaraan dunia Respect Culture Series 2019 - Road to Taiwan di ajang LawFest 2019 (13/05/2019) di Universitas Atma Jaya, Jakarta.Dok. FBSI FBSI menggelar kualifikasi kejuaraan dunia Respect Culture Series 2019 - Road to Taiwan di ajang LawFest 2019 (13/05/2019) di Universitas Atma Jaya, Jakarta.

KOMPAS.com - Bersamaan Festival Tahunan Mahasiswa Hukum Atma Jaya "LawFest 2019", Federasi Breaking Seluruh Indonesia (FBSI) kembali membuat gebrakan dengan menggelar kualifikasi kejuaraan dunia "Respect Culture Series 2019 - Road to Taiwan" (13/05/2019) di Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Universitas Atma Jaya menjadi universitas yang pertama kali menyelenggarakan kualifikasi kejuaraan dunia street dance di Indonesia. 

Terdapat 2 kategori kompetisi yakni "1v1 Breaking" dan "2v2 Openstyle" sebagai laga pembuka pada hari pertama "LawFest 2019". 

”Jika dibandingkan kompetisi street dance sebelumnya, biasanya hanya pernah membuat kualifikasi di tingkat asia atau regional saja, berkat bantuan dari FBSI kita mampu mengirimkan perwakilan Indonesia langsung ke tingkat Dunia," jelas Rinaldi Dharma Utama Ketua Panitia LawFest Atma Jaya 2019.

Dari Hiphop ke olimpiade

Sebelumnya FBSI telah aktif menyosialisasikan olah raga Breaking masuk menjadi olah raga prestasi. Breaking yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Breakdance, sebutan yang dibuat media untuk tujuan komersil, akan segera dipertandingkan tingkat dunia seperti olimpiade.

Baca juga: Gandeng FES Indonesia, Unika Atma Jaya Gelar Diskusi Soal Ekonomi dan Kebijakan Luar Negeri

“Dengan dipertandingkannya Breaking di "Youth Olympic Games" Desember 2018 lalu menjadikannya milestone sejarah babak baru bagi dunia Breaking," ujar Ketua Umum FBSI, Ardiyansyah Djafar. 

Ia menambahkan, "Apalagi sekarang FBSI telah resmi bergabung dalam Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) yang merupakan anggota resmi dari Komite Olahraga Nasional (KONI).”

“Breaking memanglah bukan sepenuhnya sebuah olahraga, Breaking merupakan bagian tidak terpisahkan dari sub-culture HipHop. Tapi tentu ada beberapa aspek kompetitif yang menjadikan Breaking dapat dipertandingkan di Olimpiade," jelas Ardiyansyah. 

Kualifikasi "Asian Dance"

Para pemenang ajang kualifikasi kejuaraan dunia Respect Culture Series 2019 - Road to Taiwan yang digelar FBSI di ajang LawFest 2019 (13/05/2019) di Universitas Atma Jaya, Jakarta.Dok. FBSI Para pemenang ajang kualifikasi kejuaraan dunia Respect Culture Series 2019 - Road to Taiwan yang digelar FBSI di ajang LawFest 2019 (13/05/2019) di Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Sebagai pemenang kategori "Breaking 1v1" Muhammad Farhan Putranto berhak mewakili Indonesia di ajang bergengsi tersebut. Alwin Giovanno yang secara ketat melawan Farhan di Final  juga lolos mewakili Indonesia dalam kompetisi "WDSF World Breaking Championship", di China, 23 Juni 2019 mendatang.

“Menang kalah adalah hal biasa, yang terpenting kita selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk bisa mengharumkan nama Indonesia”, ujar Alwin yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Ketua Umum FBSI Ardiyansyah Djafar juga menyampaikan pada Minggu, 19 Mei 2019 mendatang akan diselenggarakan kualifikasi "Asian Dance Sport Games 2019 Road to Japan". Kompetisi ini menjadi salah satu pertandingan bergengsi yang tidak boleh dilewatkan atlet Breaking Tanah Air.

Ardiyansyah berharap dengan banyaknya kegiatan diselenggarakan FBSI dapat membuka kesempatan lebih besar bagi "Bboy" dan "Bgirl" (sebutan para pegiat Breaking) di Indonesia. 



Close Ads X