"O2O Zenius": Jembatan Pendidikan antara "Tol Langit" dan Daerah 3T

Kompas.com - 19/05/2019, 14:13 WIB
Zenius Education, platform pembelajaran berbasis pendidikan dalam seminar Teknologi Digital dalam Menjawab Persoalan Tenaga Pendidik di Jakarta (14/5/2019).Dok. Kompas.com Zenius Education, platform pembelajaran berbasis pendidikan dalam seminar Teknologi Digital dalam Menjawab Persoalan Tenaga Pendidik di Jakarta (14/5/2019).

KOMPAS.com - Masalah pendidikan saat ini masih menjadi pokok soal dalam pembangunan romote area atau yang dikenal dengan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Bukan hanya infrastrukur, soal kuantitas dan kualitas guru masih menjadi tantangan besar dalam mengejar ketertinggalan pemerataan kualitas pendidikan di wilayah 3T tersebut.

Hal ini menjadi pokok bahasan dalam diskusi pendidikan yang digelar Zenius Education, platform pembelajaran berbasis pendidikan dalam seminar " Teknologi Digital dalam Menjawab Persoalan Tenaga Pendidik" di Jakarta (14/5/2019).

Diskusi menghadirkan beberapa pembicara utama di antaranya; Wisnu Subekti (pendiri Zenius Eduvation), Rizky Andriawan (Direktur Bidang Inovasi Zenius, dan Priyono (Pengembangan SDM Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi).

Tantangan pendidikan daerah 3T

Dalam awal pemaparan Priyono menyampaikan saat ini masih terdapat 122 daerah tertinggal selama tahun 2015-2019 dengan sebaran terbanyak berada di Kawasan Indonesia Timur sebanyak 103 kabupaten (84,43 persen) dan sisanya 19 kabupupaten (15,57 persen) di Kawasan Indonesia Barat.

Baca juga: Pustaka Digital Terobosan Memperkuat Literasi Awal di Daerah 3T

"Persoalan pendidikan di daerah tertinggal tidak hanya terkait akses dan minimnya sarana prasarana namun juga masih rendahnya ketersediaan tenaga pendidik. Selama ini sebaran tenaga pendidik di daerah tertinggal lebih banyak terpusat di ibu kota kabupaten," jelas Priyono.

Praktik 'kelas rangkap' atau guru yang mengajar beberapa kelas sekaligus masih banyak dijumpai di daerah 3T ini, cerita Priyono. "Tidak hanya harus mengajar tingkat kelas yang sama sekaligus, guru seringkali juga harus mengajar tingkat kelas berbeda dalam satu ruangan," ujarnya.

"Belum lagi soal kualitas belajar masih harus banyak diperbaiki untuk mengejar ketertinggalan. Melalui inovasi pembelajar berbasis pembelajaran yang ditawarkan Zenius diharapkan mampu menjawab persoalan ini," lanjut Priyono.

Terobosan belajar berbasis teknologi

Terdorong untuk memberikan kontribusi menjawab tantangan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, Zenius meluncurkan program "Zenius Prestasi" untuk daerah 3T.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X