Program "Pintar": Semangat Perubahan lewat Pembelajaran HOTS

Kompas.com - 29/05/2019, 17:44 WIB
Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud pada acara Sharing Best Practice Program Pintar yang di Jakarta (28/5/2019). Dok. Tanoto FoundationHamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud pada acara Sharing Best Practice Program Pintar yang di Jakarta (28/5/2019).

Mardiyati meminta siswa melakukan praktik mengukur jarak di peta, melihat skala yang digunakan dalam peta, dan menentukan ukuran sebenarnya jarak pada peta.

"Dari situlah siswa bisa menemukan konsep perbandingan senilai. Setelah siswa memahami konsep, maka pemberian tugasnya lebih menantang untuk siswa lagi. Misalnya siswa ditugaskan membuat denah sekolah dengan menerapkan konsep perbandingan senilai,” jelasnya. 

Pembelajaran HOTS yang diterapkan unsur pembelajaran aktif MIKiR menurut Mardiyati, membuat siswa lebih mudah memahami konsep pembelajaran, bahkan membantu siswa dalam mengerjakan soal UNBK (ujian nasional berbasis komputer).

“Biasanya guru-guru lebih banyak melatihkan soal-soal untuk menghadapi ujian nasional. Padahal dengan pembelajaran aktif, siswa menjadi lebih mudah memahami konsep dan mengerjakan soal UNBK," tegasanya.

Peran guru dan kepala sekolah

Dengan menerapkan pembelajaran aktif diharapkan pada saat yang sama siswa dilatih memiliki keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis, memecahkan masalah secara kreatif, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik.

“Program 'Pintar' ini memastikan guru dan kepala sekolah menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Untuk itu saya mendorong program ini perlu didiseminasikan dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan,” kata Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud pada acara Sharing Best Practice Program "Pintar" yang di Jakarta (28/5/2019). 

Tanoto Foundation menargetkan tahun 2022 ada lebih dari 9.000 sekolah dan madrasah yang mendapatkan manfaat dari Program "Pintar" ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya baca.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.