Pakar Transportasi UGM: Arus Mudik 2019 Perlu Dukungan Pemda

Kompas.com - 02/06/2019, 20:24 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.

KOMPAS.com - Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) Universitas Gadjah Mada menilai pemerintah pusat telah mempersiapkan urusan arus mudik 2019 dengan sangat baik.

Pakar transportasi UGM ini melihat pemerintah sudah optimal untuk memberi pelayanan kepada pemudik tahun ini. Hal itu dinilainya dari segi sarana dan prasarana, serta kebijakan.

“Untuk Arus Mudik tahun 2019, kami menilai pemerintah pusat sudah mempersiapkannya dengan sangat baik,” sebut Prof. Agus Taufik Mulyono seperti dilansir dari laman resmi UGM (1/6/2019).

4 faktor utama mudik

“Persiapannya sudah memenuhi keempat hal utama yang harus dipenuhi dalam transportasi, yakni ketepatan waktu, keterjangkauan biaya, keselamatan, dan keamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Prof. Taufik menyampaikan persiapan itu meliputi perbaikan pelayanan di simpul-simpul, seperti terminal, stasiun, bandara, serta pelabuhan.

Baca juga: UGM: Menjadikan Semua Destinasi Wisata Instagramable

Perbaikan ini penting mengingat simpul memengaruhi nilai waktu yang vital dalam transportasi. Selain itu, ia juga menerangkan bahwa pengadaan jalan tol baru juga turut meningkatkan pelayanan ini.

Taufik kemudian menyebut arus mudik kali ini bolanya ada di pengguna jalan. “Sekarang tinggal bagian publik, utamanya para pemudik, untuk patuh. Bersikaplah adil dan jangan egois di jalan,” pesannya.

Dukungan pemda

Oleh karena itu, Prof. Taufik juga berpesan bagi penegak hukum di jalan agar bersikap adil. Hal itu karena ia mendengar isu bahwa tidak ada pemberian sanksi selama Operasi Ketupat.

Jika benar demikian, ia berharap pembiaran semacam itu tidak seharusnya dilakukan. “Pengguna jalan memerlukan contoh baik untuk bersikap adil di jalan,” ujarnya.

Salah satu permasalahan dalam mudik kali ini, sebut Prof. Taufik adalah kurangnya dukungan dari pemerintah daerah, utamanya untuk jalur darat bagi kendaraan bermotor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X