Tumbuhkan Wirausaha, Highscope Gelar “Business Day” Ramah Lingkungan

Kompas.com - 19/06/2019, 22:20 WIB
Sejumlah barang yang dijual pada Business Day 2019 Sekolah HighScope Indonesia bertema Sustainability: a Maker Culture. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEASejumlah barang yang dijual pada Business Day 2019 Sekolah HighScope Indonesia bertema Sustainability: a Maker Culture.

KOMPAS.com - Sekolah HighScope Indonesia (SHI) menyelenggarakan acara Business Day setiap tahun melibatkan semua siswa. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan jiwa dan nilai-nilai wirausaha sehingga mereka memiliki kemampuan dan pola pikir tersebut sejak dini.

Business Day tahun ini mengambil tema "Sustainability: a Maker Culture”. Tema ini dipilih agar siswa mampu memanfaatkan barang-barang bekas atau sampah di sekitar menjadi benda lebih berguna dan bernilai komersial.

Para siswa diwajibkan membuat produk dari hasil karya mereka sendiri menggunakan bahan-bahan daur ulang, kemudian menjualnya kembali. Produk itu ada yang berupa recycle dan upcycle.

Maksud dari recycle yaitu mendaur ulang barang-barang bekas atau sampah yang sudah tidak terpakai, sedangkan upcycle yakni memanfaatkan dan mengubah benda-benda tersebut menjadi lebih bermanfaat.

Konsep bisnis berkelanjutan

“Esensi dari Business Day adalah untuk membangun jiwa kewirausahaan. Tujuannya agar anak-anak menjadi orang yang membuat produk, bukan hanya membeli, serta bisa menghasilkan, bukan hanya konsumtif,” jelas Elementary and Middle School Vice Principal Sekolah Highscope Indonesia TB Simatupang Iko Septo Nugroho saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Kisah Toleransi Murid-murid SD Kristen yang Jadi Tuan Rumah Buka Puasa Siswa Madrasah

Dia mengatakan, pengalaman dijalani anak-anak saat ini menjadi bekal kehidupan pada masa mendatang. Mereka memiliki pengetahuan bahwa profesi itu tidak hanya sebagai karyawan, tetapi ada juga pengusaha yang bisa menciptakan peluang kerja.

Proses itu bisa dimulai dari mencari ide memanfaatkan barang bekas, mengolah dan mengubahnya, lalu membuat proposal bisnis mengenai barang yang akan dijual.

“Sekolah jadi laboratorium. Ada proposal bisnis yang dibuat, simpel sekali, mulai dari apa yang mau dijual, mereka buat sendiri. Mereka buat barang itu karena sudah tanya ke teman-teman dan orang tua sendiri. Jadi mereka survei sederhana,” kata Iko.

Dia pun menuturkan bahwa setiap perhelatan Business Day mempunyai fokus masing-masing. Adapun fokus pada tahun ini yaitu tentang sustainability atau berkelanjutan.

Maksudnya untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab sedari awal tentang konsep berkelanjutan, misalnya tidak memakai barang terbuat dari plastik, melakukan recycle dan upcycle baik melalui buatan tangan sendiri maupun bantuan teknologi mesin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X