Mahasiswa UMN Wakili Indonesia di Kompetisi "Breaking" Internasional

Kompas.com - 24/06/2019, 16:33 WIB
Pelepasan Kontingen Dance Sport Breaking Indonesia yang akan bertanding pada Kejuaraan Dunia WDSF World Breaking Championship China, di Menara Batavia, Jakarta, Senin (20/06/2019).?Dok. Tim Nasional Dance Sport Breaking Pelepasan Kontingen Dance Sport Breaking Indonesia yang akan bertanding pada Kejuaraan Dunia WDSF World Breaking Championship China, di Menara Batavia, Jakarta, Senin (20/06/2019).?

KOMPAS.com - Atlet Breaking Indonesia sekaligus mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara ( UMN) Alwin Giovanni menjadi wakil Indonesia diajang "WDSF World Breaking Championship" di Lishui, China (23/06/2019).

Alwin Giovanni turun di nomor Bboy Solo dengan didampingi Ardiyansyah Djafar selaku pelatih sekaligus ketua kontingen dan dibantu Ana Pratama dan Darin Mulyadi sebagai official.

Kejuaraan ini menjadi momen bersejarah bagi olah raga breaking Indonesia karena merupakan kejuaraan dunia Breaking pertama diselenggarakan WDSF (World Dance Sport Federation). WDSF sendiri merupakan anggota yang sudah diakui International Olympic Committee (IOC).

Memberikan terbaik

Alwin Giovanni, mahasiswa semester 2 Manajemen UMN menyampaikan, "Breaking membuat saya menjadi percaya diri dan mengekspresikan diri dan akan menjadi kesempatan yang sangat terhormat dapat mewakili Indonesia di Kejuaraan dunia."

"Apalagi ini adalah kompetisi terbesar dan diikuti 66 negara, ini merupakan pengalaman membanggakan hanya sekali seumur hidup," ujar Alwin yang sudah menekuni Breaking sejak kelas 3 SMP.

Baca juga: Mahasiswa UMN Lanjutkan Tradisi Gelar Juara Duta Bahasa Banten

Ia menambahkan, pihak kampusnya UMN memberikan dukungan penuh sebagai wakil Indonesia mulai dari soal waktu, kemudahan administrasi hingga dukungan sponsorship.

"Tidak pernah saya melihat ada pertandingan single event Breaking dengan peserta dari banyak negara sebanyak ini. Saya sangat bangga menjadi satu-satunya yang mewakili Indonesia, dan menjadi bagian dari sejarah, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Tanah Air,” ujarnya.

Selama ini mandiri

Saat acara pelepasan (22/6/2019) di Jakarta, Ketua Kontingan Tim Nasional Dance Sport Breaking Ardiyansyah Djafar juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung kegiatan ini.

"Kami berharap atlet Breaking masa depan memiliki kualitas jauh lebih baik lagi karena selama ini betul-betul kami berdiri secara mandiri. Tapi tentu kemandirian tersebut akan menjadi lebih baik lagi apabila mendapat perhatian dari Pemerintah dan para sponsor lainnya untuk bersama-sama memajukan Breaking,” ujar Adiyansyah.

Ia menambahkan, “Dance Sport belum pernah dipertandingkan di tingkat Olimpiade tapi diluar dugaan kini Breaking menjadi nomor andalan yang diharapkan akan membuka pintu masuk bagi nomor lain di Dance Sport untuk bisa masuk ke Olimpiade."

Potensi atlet Breaking

 

Ardiyansah juga menyampaikan Indonesia memiliki atlet-atlet dengan potensi meraih medali yang luar biasa. "Tapi ini tentu tidak akan bisa tercapai tanpa dukungan semua pihak terutama Pemerintah yang diharapkan dapat memberi perhatian lebih," harapnya.

Breaking atau lebih dikenal sebagai Breakdance adalah bagian tak terpisahkan dari subkultur Hip Hop dan telah menjadi fenomena global di era-80an.

Presiden WDSF Shawn Tay dalam pidato saat pembukaan WDSF World Breaking Championship menyampaikan, “IOC pada tanggal 25 Juni 2019 akan mengadakan voting untuk menentukan Breaking masuk menjadi nomor yang akan dipertandingkan di Summer Olympic mendatang” 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X