Hari Pertama PPDB Jakarta, Pola Pikir Masyarakat Masih Sekolah Favorit

Kompas.com - 25/06/2019, 07:00 WIB
Kesibukan pelayanan pendaftaran PPDB 2019 DKI Jakarta hari pertama di SMAN 78 (24/6/2019). Dok. Kompas.comKesibukan pelayanan pendaftaran PPDB 2019 DKI Jakarta hari pertama di SMAN 78 (24/6/2019).

Menuju sekolah heterogen

Padahal, sebelumnya Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah ingin menghapus label sekolah favorit yang berkembang di masyarakat.

"Masyarakat ini ada yang memang belum tersosialisasi dan ada yang pura-pura belum tersosialisasi karena dia masih berharap keinginannya bisa terpenuhi. Karena itu, saya mohon masyarakat mulai menyadari bahwa namanya era sekolah favorit itu sudah selesai," ujar Muhadjir di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/6/2019).

Dengan sistem zonasi ini, tidak ada lagi sekolah yang isinya anak-anak dengan kriteria nilai khusus. Sekolah akan diisi siswa lebih heterogen. "Sekolah favorit yang homogen sudah enggak ada lagi, sekarang relatif heterogen," ujar Muhadjir.

Menurutnya, percuma jika orangtua siswa memaksa anaknya masuk ke sekolah yang diinginkan. Sebab, sekolah yang semula diberi label favorit juga sudah berubah menjadi heterogen.

Pemerintah menerapkan sistem zonasi pada PPDB 2019. Sistem ini mengatur bahwa jarak dari rumah ke sekolah sebagai syarat utama, bukan nilai rapor dan ujian nasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X