Kedokteran Trisakti Beri Penghargaan "Pejuang Kesehatan" Dirjen SDID

Kompas.com - 29/06/2019, 21:34 WIB
Fakultas Kedokteran Trisakti bersama Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI), PTTEP dan Dompet Dhuafa menggelar ajang penghargaan Health Warrior Awards 2019 di Jakarta (28/6/2019). Dok. Humas SDID KemenristekdiktiFakultas Kedokteran Trisakti bersama Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI), PTTEP dan Dompet Dhuafa menggelar ajang penghargaan Health Warrior Awards 2019 di Jakarta (28/6/2019).

KOMPAS.com - Fakultas Kedokteran Trisakti bersama Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI), PTTEP dan Dompet Dhuafa menggelar ajang penghargaan "Health Warrior Awards 2019" di Jakarta (28/6/2019).

Acara ini merupakan bentuk apresiasi bagi sejumlah tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap dunia kesehatan Tanah Air. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Prof. Ali Ghufron Mukti dinobatkan sebagai salah satu pejuang kesehatan dalam acara  penghargaan ini. 

Penilaian para pemenang sendiri dilakukan atas dasar dampak, komitmen, prestasi, keberlanjutan program, dan penggerak dalam dunia kesehatan.

Pada kesempatan itu, beberapa tokoh juga dinobatkan sebagai pejuang kesehatan di antaranya; Titiek Puspa, Lula Kamal, Prof. Yati Sunarto, Bupati Jember Faida, dan berbagai tokoh dari generasi muda.

Sinergi Tri Dharma

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dipercaya untuk mendapatkan penghargaan sebagai pejuang kesehatan atau health warrior. Terima kasih atas apresiasi ini," ungkap Dirjen Ghufron.

Baca juga: Kedokteran UPH Gelar Kuliah 3D, Menristek Dorong Kuliah Inovatif

Sebagai Mantan Wakil Menteri Kesehatan, Dirjen Ghufron memberikan perhatian khusus pada ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan. Hal ini diwujudkan melalui terbentuknya Komite Bersama antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Adapun salah satu program yang dihasilkan, yakni Academic Health System (AHS) yang menyinergikan unsur tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Ruang lingkup AHS mencakup pengembangan kurikulum di perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan sebagai lokasi pendidikan profesi memastikan kesiapan tenaga kesehatan, serta sistem yang kontinyu dan berkelanjutan untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang optimal," tutur Dirjen Ghufron.

Pembentukan BPJS

Sebelumnya, Dirjen Ghufron juga memiliki andil besar dalam pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).

Kala itu, Guru besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu berperan sebagai ketua pokja persiapan BPJS yang kini menjadi andalan masyarakat untuk memperoleh layanan dan fasilitas kesehatan yang terjangkau. Hal ini tak terlepas dari keahliannya di bidang jaminan kesehatan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.