Hadapi Penutupan Ritel, Akademi Pelatihan Berikan Tambahan Kemampuan

Kompas.com - 03/07/2019, 22:42 WIB
Wisuda peserta Akademi Ritel Gramedia (ARG) Batch 4 di Gramedia Learning Center, Jakarta, Senin (1/7/2019), sekaligus pelepasan magang peserta ARG Batch 5 dan pembukaan kelas baru untuk Batch 6. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAWisuda peserta Akademi Ritel Gramedia (ARG) Batch 4 di Gramedia Learning Center, Jakarta, Senin (1/7/2019), sekaligus pelepasan magang peserta ARG Batch 5 dan pembukaan kelas baru untuk Batch 6.

 

KOMPAS.com – Salah satu masalah yang sering dialami oleh para pelamar kerja yaitu syarat dari perusahaan yang dilamar berupa pengalaman kerja. Hal itu menjadi kesulitan tersendiri bagi pelamar yang belum mempunyai pengalaman kerja, khususnya fresh graduate atau pelamar yang baru lulus sekolah atau kuliah.

Sementara itu, pada umumnya tujuan pelamar seperti itu justru untuk mencari pengalaman kerja sebagai bekal untuk mengetahui dunia kerja yang sesungguhnya.

“Masalah tenaga kerja sekarang adalah pengalaman yang diminta perusahaan. Seharusnya penerimaan jangan ada syarat pengalaman karena tidak memberi kesempatan untuk fresh graduate. Bagaimana mau diterima kerja kalau dituntut punya pengalaman,” ucap Kepala Sub-Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kementerian Tenaga Kerja Selviana kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Maka dari itu, dia menambahkan, Kementerian Tenaga Kerja membuat program pendidikan dan pelatihan kepada calon tenaga kerja melalui balai latihan kerja (BLK). Materi program itu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri sesuai perkembangan saat ini.

Baca juga: Wisuda Ke-4 Akademi Ritel Gramedia Hasilkan Lulusan Ritel Profesional

Selain itu, ada juga kerja sama dengan berbagai perusahaan swasta menyalurkan calon tenaga kerja itu melalui program magang agar bisa mendapat pengalaman kerja.

Dengan begitu, mereka memiliki bekal kemampuan dan keterampilan tambahan, bahkan bersertifikat, yang bisa membantu untuk diterima di suatu perusahaan.

“Sekarang dituntut tidak hanya ijazah, tapi ada sertifikat keahlian ikut pelatihan khusus. Itu yang dikembangkan di BLK dan perusahaan-perusahaan juga mengadakan itu. Menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri selama ini,” kata Selviana.

Pelatihan tenaga kerja

Ia pun mendukung berbagai perusahaan yang menggelar program pelatihan bagi tenaga kerja sebagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran serta menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kerja.

Salah satu contoh perusahaan yang mempunyai program semacam itu yakni Akademi Ritel Gramedia. Program pendidikan dan pelatihan oleh Gramedia ini ditujukan kepada para lulusan SMA/SMK atau yang sederajat agar mendapatkan bekal sebagai tenaga kerja yang siap terjun dalam industri ritel.

Selain itu, berbagai perusahaan ritel pun dapat mengambil lulusan program ini untuk bekerja di perusahaan tersebut sesuai kebutuhan masing-masing.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X