Kejar Mimpi ke Amerika, Madrasah Digital Garut Kunjungi Kedubes AS

Kompas.com - 11/07/2019, 10:57 WIB
Perwakilan Kedubes AS, Sita Raiter (kiri), dan wakil dari Madrasah Digital Garut, Hamzah (kanan), saling menukar cendera mata, di Kedubes AS, Jakarta, Selasa (9/7/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPerwakilan Kedubes AS, Sita Raiter (kiri), dan wakil dari Madrasah Digital Garut, Hamzah (kanan), saling menukar cendera mata, di Kedubes AS, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

KOMPAS.com Madrasah Digital Garut melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat ( Kedubes AS) di Jakarta pada Selasa (9/7/2019). Kedatangan mereka sebagai bentuk balasan dari program literasi digital yang digelar Kedubes AS beberapa bulan lalu di Garut, Jawa Barat.

Rombongan itu terdiri dari 113 santri dan ustaz dari 28 pondok pesantren di Garut yang sebelumnya melakukan pendaftaran secara daring.

Inisiator Madrasah Digital Indonesia Muhammad Fakhruddin mengatakan salah satu tujuan kunjungan ini yaitu mengetahui lebih dalam tentang pendidikan di AS. Selain itu, menanamkan pesan perdamaian dan keberagaman untuk menghadapi berbagai isu hoaks dan radikalisme yang banyak beredar belakangan ini.

Konten positif digital

“Spiritnya Madrasah Digital ingin tanamkan pesan perdamaian dari kalangan Muslim untuk meng-counter isu-isu hoaks dan radikalisme agar teman-teman ini bisa punya mimpi untuk sekolah di Amerika, dapat pendidikan yang lebih baik untuk santri,” ucap Fakhruddin di Kedubes AS, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Beasiswa S-2 di Jerman, mulai Biaya Kuliah hingga Tunjangan Keluarga

Dia menjelaskan, anak-anak yang mengikuti Madrasah Digital saat ini berjumlah lebih kurang 100 orang. Kebanyakan dari mereka adalah santri yang duduk di bangku SMA dan sederajat. Ada juga yang sudah kuliah dan sejumlah relawan dari komunitas guru.

Mereka mempelajari literasi digital untuk membuat konten-konten positif di media sosial. Materi pelajaran yang didapatkan antara lain berupa menulis, fotografi, videografi, dan materi lain yang merupakan konten positif untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Menurut Fakhruddin, saat ini dunia pendidikan di Indonesia membutuhkan konten-konten digital seperti itu karena masih ketinggalan dari negara lain, termasuk AS.

Kerja sama pendidikan

“Kemampuan seperti itu yang kami ingin berikan, bukan cuma kognitif, tapi punya skill dan keterampilan yang bisa jadi contoh ke teman-teman lain,” ujarnya.

Mengenai kunjungan ke Kedubes AS kali ini, pesan yang ingin disampaikan yaitu untuk menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia-AS selama ini terjalin baik. Hal itu diwujudkan antara lain melalui kerja sama di bidang pendidikan.

“Kami enggak ingin mereka dapat info setengah-setengah. Mungkin mereka khawatir salah paham tentang hubungan Indonesia-Amerika, itu kami sampaikan juga dalam sharing session, terutama dalam era hoaks ini,” ungkap Fakhruddin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X