Festival Panji Nusantara 2019 Ajak Generasi Milenial Cinta Tanah Air

Kompas.com - 13/07/2019, 21:19 WIB
Penutupan Festival Panji Nusantara 2019 di Taman Krida Budaya, Malang, Jumat (12/7/2019).DOK. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Penutupan Festival Panji Nusantara 2019 di Taman Krida Budaya, Malang, Jumat (12/7/2019).

KOMPAS.com - "Festival Panji Nusantara 2019" yang dimulai pada 9 Juli 2019 ditutup pada 12 Juli 2019 di Kota Malang, Jawa Timur. Rangkaian festival diadakan di empat kabupaten/kota di Jatim, yaitu Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, dan Kota Malang.

Acara diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jatim bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), serta didukung Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto.

Kasubdit Seni Pertunjukan Direktorat Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Edi Irawan mengatakan sesuai dengan tema "Transformasi Budaya Panji", festival ini mengandung pesan khusus kepada generasi milenial.

Baca juga: Jadi Gambaran Sarjana Ideal, Budaya Panji Dinilai Dukung Prestasi

"Panji adalah sesuatu yang luar biasa. Generasi muda perlu mengenal, memahami, dan mengapresiasi jati dirinya. Sasarannya agar tumbuh rasa mencintai tanah air di kalangan kaum milenial," ujar Edi Irawan kepada Kompas.com seusai penutupan Festival Panji Nusantara 2019 di Taman Krida Budaya, Malang, Jumat (12/7/2019).

Menyasar generasi milenial

Ia menyampaikan Festival Panji Nusantara 2019 merupakan bentuk dukungan platform "Indonesiana" dari Kemendikbud sebagai bagian pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Paltform ini berfokus pada penguatan ekosistem kebudayaan, gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah bersama masyarakat, seperti komunitas, kelompok, organisasi, dan individu pelaku seni budaya

"Landasan bersama tersebut dibangun sebagai penguatan ekosistem kebudayaan melalui peningkatan dan penguatan tata kelola sistem di daerah," ucap Edi.

Dalam festival ini, Kemendikbud melalui platform Indonesiana membentuk Tim Kurator dan Tim Pelaksana dari para pelaku seni.

Khusus di Kota Malang, Pemkot setempat menyelenggarakan sejumlah lomba, yaitu lomba mewarnai, menggambar, vlog, workshop komik, dan Sinau Sejarah dengan tema "Panji di Museum Mpu Purwa".

"Sasaran kami masyarakat generasi muda milenial agar mereka paham bahwa yang mereka lakukan sebenarnya terkait dengan Panji, tapi mereka tidak tahu apakah itu cerita Panji atau bukan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made.

"Festival Panji Internasional"

Ida menuturkan dipilihnya Malang menjadi bagian rangkaian festival karena sesuai sejarah dalam cerita Panji, Malang diyakini sebagai bagian Kerajaan Singasari masa itu.

"Memang dari kementerian (Kemendikbud) dan provinsi (Pemprov Jatim) mengarahkan Malang ini sebagai gongnya. Dimulai pembukaan tanggal 9 Juli di Blitar, lalu di Kediri dan Tulungagung. Puncaknya tanggal 12 di Malang," imbuh Ida.

"Festival Panji Nasional 2017" dilaksanakan di Kediri kemudian dilanjutkan "Festival Panji Internasional 2018" di delapan lokasi, yakni Denpasar, Pandaan, Kota Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta.

"Festival Panji Nusantara 2019" menampilkan potensi kesenian dari berbagai kota di Jatim, antara lain dari Bojonegoro, Ponorogo, dan Tuban.

Selain itu, ada pula pameran visual Budaya Panji, workshop, seminar, lomba, serta seni pertunjukan dari enam provinsi, yaitu Bali, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, direncanakan tahun depan "Festival Panji Internasional 2020" akan diikuti oleh sejumlah negara di Asia Tenggara sesuai penyebaran cerita budaya Panji selama ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X