Bak "Spiderman", Inovasi Robot Pendeteksi Gempa Mahasiswa Atma Jaya

Kompas.com - 15/07/2019, 19:51 WIB
Tiga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika telah mengembangkan robot pendeteksi gempa sejak awal tahun 2018.DOK. ATMA JAYA Tiga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika telah mengembangkan robot pendeteksi gempa sejak awal tahun 2018.

KOMPAS.com - Kondisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik dan pada titik pertemuan beberapa lempeng tektonik menyebabkan Indonesia sering dilanda bencana gempa bumi dan telah memakan banyak korban jiwa.

Tahun 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 23 gempa telah membawa dampak kerusakan dan memakan ribuan korban jiwa.

Banyaknya kejadian dan korban gempa di Indonesia, membuat anak bangsa terus berinovasi menciptakan teknologi pendeteksi gempa, salah satunya dilakukan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Unika Atma Jaya.

Teknologi hybrid

Tiga mahasiswa Atma Jaya Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika telah mengembangkan robot pendeteksi gempa sejak awal tahun 2018.

Baca juga: Prestasi Mahasiswa Unpad, Kembangkan Nanobubble untuk Reaktor Nuklir

Robot pendeteksi gempa tersebut dilengkapi teknologi hybrid sehingga mampu bergerak dengan roda dan berjalan dengan kaki. Hal ini juga membuat robot pendeteksi gempa dapat digunakan dalam lingkungan industri maupun lingkungan alam seperti goa, tanah, dan jalan berbatu.

“Produk ini merupakan prototype yang masih akan kami kembangkan. Masih banyak hal yang harus dicoba seperti pengaplikasian feedback control, image recognition, GPS, serta proses pembuatan produk yang lebih dapat diandalkan,” jelas Christiand pembimbing Prodi Teknik Mesin Unika Atma Jaya.

Christian juga memaparkan selama ini mereka hanya mengandalkan teknologi 3D printing sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk menyempurnakannya.

Peringatan dini gempa

Tiga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika telah mengembangkan robot pendeteksi gempa sejak awal tahun 2018.DOK. ATMA JAYA Tiga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika telah mengembangkan robot pendeteksi gempa sejak awal tahun 2018.

Saat ini robot pendeteksi gempa ini baru dilakukan uji coba fungsi modul dan pergerakannya saja. Meski begitu robot ini bersifat modular sehingga memungkinkan untuk dikembangkan leboh lanjut oleh developer lain

Penilitian ini telah menghabiskan biaya Rp 15 juta belum termasuk penggunaan listrik, air, dan bensin. Namun demikian diharapkan nantinya robot ini akan berguna untuk memberikan peringatan dini terhadap gempa bumi di Indonesia.

Pengembangan robot pendeteksi gempa ini dikembangkan di bawah Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Unika Atma Jaya. Selain Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya juga membuka Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Sistem Informasi dengan kurikulum yang mengikuti perkembangan zaman dan sertifikasi yang berguna sebagai bekal di dunia industri.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X