Meningkatkan Kemampuan "Startup" SMA dan SMK lewat "Student Company"

Kompas.com - 16/07/2019, 21:21 WIB
Pelajar dari delapan SMA dan SMK di Jakarta bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro dalam ajang Regional Student Company Competition 2019 di Atrium Green Pramuka Square, Sabtu (13/7/2019). DOK. PJIPelajar dari delapan SMA dan SMK di Jakarta bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro dalam ajang Regional Student Company Competition 2019 di Atrium Green Pramuka Square, Sabtu (13/7/2019).

KOMPAS.com - Pelajar dari delapan SMA dan SMK di Jakarta bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro dalam ajang "Regional Student Company Competition 2019" di Atrium Green Pramuka Square, Sabtu (13/7/2019).

Dalam kompetisi kewirausahaan yang diselenggarakan Prestasi Junior Indonesia bersama Citi Indonesia ( Citibank) dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia) ini, para pelajar memaparkan pencapaian usaha serta memamerkan produk inovasi dari bisnis mikro yang dijalankan di sekolah.

Kedelapan sekolah tersebut, antara lain SMAN 35 Jakarta, SMAN 81 Jakarta, SMKN 5 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 38 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, dan SMK Bina Informatika.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi Student Company ( Perusahaan Siswa) yang digagas mendorong kemampuan bisnis generasi muda. Para pengusaha muda ini juga mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan profesional bisnis.

Baca juga: Ini Dia Bukti Komitmen HP Dukung Industri Startup di Indonesia

Para pelajar telah dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah selama enam hingga delapan bulan termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan.

Startup Skill masih rendah

Global Entrepreneurship Index 2018 yang mengukur kualitas ekosistem kewirausahaan di seluruh negara di dunia mencatat minimnya keterampilan dan pengetahuan masyarakat Indonesia untuk memulai sebuah bisnis.

Hal ini tampak pada rendahnya indikator Start-up Skills yang memperoleh nilai 29 persen dan indikator Human Capital dengan nilai 16 persen. 

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengungkapkan, “Generasi muda perlu diberikan wadah untuk mengasah minat berwirausaha, mengembangkan kreativitas yang dimiliki, sekaligus melatih kepekaan menangkap peluang."

Melalui pembelajaran praktis, mereka dapat memahami tantangan serta risiko bisnis secara konkret. Kondisi demikian akan memperkaya wawasan para pelajar dalam mengembangkan strategi bisnis sekaligus menstimulasi insting dalam berwirausaha.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X