Pengalaman Belajar Belum Menyenangkan, Zenius Rilis Aplikasi "Mobile"

Kompas.com - 17/07/2019, 21:05 WIB
Co-Founder dan Chief Executive Officer Zenius Education Sabda Putra Subekti (kanan) dan Chief Technology Officer Zenius Education Rizky Andriawan (kiri) dalam peluncuran aplikasi mobile Zenius App di Jakarta, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEACo-Founder dan Chief Executive Officer Zenius Education Sabda Putra Subekti (kanan) dan Chief Technology Officer Zenius Education Rizky Andriawan (kiri) dalam peluncuran aplikasi mobile Zenius App di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

KOMPAS.com - Penyedia layanan pendidikan Zenius Education meluncurkan Zenius App sebagai aplikasi mobile untuk belajar bagi siswa secara daring (online).

Peluncuran aplikasi ini sebagai tindak lanjut keseriusan Zenius menghadirkan materi belajar berkualitas yang selama ini diberikan melalui situs web zenius.net. Tujuannya, membuat materi belajar dan pengajaran menjadi lebih dekat dan mudah diakses pelajar.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Zenius Education Sabda Putra Subekti mengatakan Pemerintah Indonesia telah mencanangkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam lima tahun ke depan. 

Padahal, sistem pendidikan di Indonesia belum menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Maka dari itu, diperlukan terobosan teknologi untuk membantu dunia pendidikan yang membuat akses belajar lebih merata dan mengurangi kesenjangan.

Menumbuhkan motivasi

"Teknologi ini menjadi salah satu cara menyebarluaskan materi belajar yang berkualitas. Pengembangan SDM di Indonesia tidak hanya soal cara mengaksesnya, tapi juga kualitas materi dan pengalaman belajar," ujar Sabda dalam peluncuran Zenius App di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Kemudahan Pelayanan Transportasi dalam Satu Aplikasi

Ia pun menuturkan, selama ini anak-anak bersekolah dari pagi ke siang, ditambah bimbingan belajar sore hari, dan harus mengerjakan pekerjaan rumah pada malam hari.

Hal itu dilakukan selama mereka bersekolah dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Itulah yang membuat kurangnya semangat belajar karena dianggap sebagai tuntutan eksternal, bukan motivasi internal.

Dengan begitu, tidak tercipta pengalaman belajar yang berasal dari keingintahuan diri sendiri sehingga pelajar jadi kurang paham dengan materi yang dipelajari.

Melalui Zenius App dan zenius.net, diharapkan siswa menjadi pelajar yang mempunyai semangat belajar dan berpikiran rasional sehingga kualitasnya lebih unggul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X