Bicara Drone Tak Cukup Menerbangkan dan Ambil Gambar, Itu Kuno!

Kompas.com - 20/07/2019, 14:50 WIB
Program Lensa Academy digelar di 10 kota di sepanjang tahun ini. Sebelum Surabaya yang menjadi kota keempat, kegiatan ini sudah lebih dulu digelar di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Selanjutnya program ini akan menyambangi Semarang, Purwokerto, Jember, Malang, Banjarmasin dan Pontianak. dok Lensa AcademyProgram Lensa Academy digelar di 10 kota di sepanjang tahun ini. Sebelum Surabaya yang menjadi kota keempat, kegiatan ini sudah lebih dulu digelar di Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Selanjutnya program ini akan menyambangi Semarang, Purwokerto, Jember, Malang, Banjarmasin dan Pontianak.
Editor Latief

KOMPAS.com - Teknik mengemudi drone menjadi hal yang sangat kritikal dalam fotografi dan sinematografi udara. Kamu yang punya hobi sinematografi bakal merasa ketinggalan kalau tak punya keinginan memperkaya wawasan soal drone ini.

Ya, beberapa tahun belakangan ini kehadiran drone menjadi fenomena di dunia fotografi dan sinematografi yang makin digandrungi. Dengan kemampuannya mengudara, drone memberikan perspektif baru yang selama ini tak bisa dijangkau lensa.

Itulah kenapa drone menjadi tren yang semakin diminati para pemburu visual demi mendapatkan gambar dengan lanskap luas dan berkesan megah.

"Di dunia audio visual itu ada istilah yang namanya man behid the gun. Nah, drone itu bukan cuma diterbangkan lalu mengambil gambar begitu saja. Orang harus memahami sisi creative shoot sehingga bisa memaksimalkan alat yang mereka punya. Serba-serbi seperti ini yang kita eksplorasi lagi," kata Ganang Aditama, pembicara pada workshop dan kompetisi bertema tema “Beyond Fly & Shoot” yang digelar Lensa Academy 2019, Minggu (14/7/2019) lalu.

Pada gelaran keempat tahun ini, Lensa Academy 2019 memang sengaja mengulik tema yang mengulas semua hal berkaitan dengan fotografi udara. Program yang digagas oleh Lensa Community ini menggali dan memperkaya kemampuan para pegiat seni visual berbasis lensa untuk menghasilkan karya yang berkualitas. 

Selain Ganang, hadir sebagai pembicara adalah seorang drone expert lainnya, yakni Irwan Baidowi atau lebih dikenal sebagai One Glove.

"Kita sharing bareng tentang drone, mulai dari yang paling basic, yaitu teknik mengemudikannya sampai ke hal-hal yang lebih expert yakni mengeksplorasi kemampuan dan fitur drone untuk mendapatkan tangkapan visual yang baik dan menarik," timpal One Glove.

Dengan pengalamannya, One Glove berbagi ilmu seputar teknik mengemudikan drone. Pada sesi workshop ini dia juga menantang para droner untuk berkompetisi menampilkan kemampuan dan karya terbaiknya.

Pada proses kompetisi, ratusan peserta dibawa ke kompleks wisata Pagoda Tian Ti yang terletak beberapa kilometer dari lokasi workshop. Di tempat itu mereka diminta memperlihatkan kemampuannya mengendalikan drone dan merekam lanskap area wisata itu dengan angle-angle yang unik dan kreatif.

One Glove dan Ganang Aditama yang terjun langsung menjadi juri menilai kemampuan mereka dan kemudian memilih tiga peserta yang dianggap punya karya terbaik. Ketiga peserta terbaik itu akan berkesempatan mengikuti "Lensa Project: Capture Vietnam" yang diadakan akhir tahun nanti.

Setelah seluruh peserta mendapatkan kesempatan, mereka diminta segera melakukan editing sehingga menghasilkan video berdurasi 1 menit. Hasilnya, terpilihlah tiga peserta terbaik, yaitu Danang Firmansyah (Juara 1), Adi Prasetyo (Juara 2), dan Harley MT (Juara 3).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X