Kemah Budaya Kaum Muda 2019 Ditutup, Purwarupa Potensial Akan Dipamerkan

Kompas.com - 27/07/2019, 09:32 WIB
Penutupan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019 pada Rabu (24/7/2019) di Bumi Perkemahan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dok. KemendikbudPenutupan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019 pada Rabu (24/7/2019) di Bumi Perkemahan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Dewan juri menghadapi kesulitan untuk menentukan juara yang terpilih karena para peserta merupakan orang-orang yang terpilih. Ada 3 juara dari 4 kategori, berhadiah uang pembinaan sebagai modal dalam realisasi gagasan mereka dalam pemajuan kebudayaan,” imbuh Sri Hartini.

Kelompok yang sudah melakukan presentasi diajak untuk mengikuti “Historical Trail,” atau mengeksplorasi Kompleks Candi Prambanan dengan didampingi tim edukator untuk mengenal lebih jauh mengenai candi, sejarah, hingga berbagai tindakan penyelematan benda cagar budaya yang dilakukan oleh Ditjen Kebudayaan.

Penilaian dilakukan dewan juri mengacu sejumlah kriteria yaitu gagasan kelompok menjawab tantangan pemajuan kebudayaan secara aktif, kapasitas teknis yang dimiliki kelompok itu untuk mewujudkan gagasan, kelompok dapat mempresentasikan gagasannya secara jelas dan memikat, serta hasil evaluasi dari fasilitator kelompok selama KBKM 2019.

“Bukan kebetulan kalau kita selenggarakan di tempat terbuka karena langit adalah batas imajinasi. Imajinasi ini dapat diwujudkan dengan kerja keras. Kalau kita enggak menyertai mimpi kita tanpa kerja keras akan kandas. Ini harus diasah agar menjadi kekuatan,” ucap Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid.

Strategi pemajuan kebudayaan

Pengumuman pemenang dilakukan pada acara penutupan KBKM 2019 di Taman Siwa, Kompleks Candi Prambanan. Tiga pemenang yang dipilih terdiri dari kategori Purwarupa Aplikasi, Purwarupa Fisik, Aktivasi Kegiatan, dan Aktivasi Kajian.

“Gunakan sebaik mungkin kesempatan untuk bertemu ini. Negara ini begitu luas. Enggak ada cara lain untuk bisa tumbuh sebagai satu kesatuan adalah dengan saling mengerti. Besar harapan saya KBKM menjadi bibit untuk saling mengerti. Apa pupuknya? Yakni kebudayaan,” kata Hilmar.

Setelah KBKM, purwarupa-purwarupa yang potensial akan difasilitasi untuk dikembangkan menjadi purwarupa versi beta dan akan dipamerkan pada acara puncak Pekan Kebudayaan Nasional 2019.

Acara itu merupakan implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2019, yaitu menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Kegiatan ini merupakan serangkaian aktivitas berjenjang dari desa hingga pusat yang terdiri atas kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi, dan pergelaran karya budaya yang bertujuan membuka ruang interaksi budaya dalam rangka pelestarian budaya Indonesia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X