Vokasi UI Gelar Pelatihan Wirausaha Ternak Madu di Belitung Timur

Kompas.com - 05/08/2019, 22:58 WIB
Tim Pengabdian Masyarakat Vokasi UI melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat berupa Konservasi Madu Trigona Belitung Timur (18-20/7/2019). DOK. VOKASI UITim Pengabdian Masyarakat Vokasi UI melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat berupa Konservasi Madu Trigona Belitung Timur (18-20/7/2019).

KOMPAS.com - Sebagai wujud pengamalan tridharma perguruan tinggi, Tim Pengabdian Masyarakat Vokasi UI melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat berupa Konservasi Madu Trigona Belitung Timur (18-20/7/2019).

Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan wawasan tentang potensi madu di Indonesia serta workshop cara produksi madu dari berbagai jenis lebah khususnya trigona. Diharapkan masyarakat akan terdorong untuk mencoba budidaya madu untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Selain nilai ekonomisnya tinggi, madu ini diharapkan bisa menjadi solusi mata pencarian selain sektor tambang. Pada program ini juga juga dilakukan adopsi terhadap 50 rumah madu untuk menjadi media uji coba para peternak yang menjadi change agent dalam program ini.

Baca juga: UI: Gaji Bukan Faktor Utama yang Kami Ajarkan

Dengan konsep adopsi madu ini, para peternak bertannggung jawab atas rumah madu dalam bentuk kayu mahono.

Dalam proses adopsi madu, tim pengabdi dibantu fasiltator ahli dari Billiton Bee Farm dalam penyiapan rumah madu hingga proses panen nanti. Program ini juga didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur.

Menghasilkan madu khas

Mareta Maulidiyanti, Ketua Pengabdi dari Program Pendidikan Vokasi UI mengatakan saat ini sebagian besar mata pencahariaan warga Belitung Timur berada di sektor tambang yang tidak dapat diperbaharui.

Kegiatan yang digawangi oleh 4 dosen dan 2 mahasiswa ini diawali dengan edukasi dan workshop teknik budidaya madu dan dilanjutkan dengan proses adopsi madu.

“Harapannya dengan konsep adopsi ini, masyarakat akan terlibat aktif dalam memantau perkembangan produksi madu yang berada di kebun mereka,” ujar Mareta

Sebanyak 30 peserta antusias dalam workshop ini dan melakukan proses uji coba ternak madu di kebun masing-masing yang memiliki jenis tanaman dan bunga yang berbeda-beda sehingga diharapkan dapat menghasilkan madu yang khas.

“Sebagai contoh, kita ujicoba madu dikebun kopi Jika berhasil tentunya ini akan menjadi khas daerah Belitung Timur yang juga dikenal sebagai produsen kopi dan 1001 kedai kopi,” tambah Mareta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X