Dinobatkan Mahasiswa Terjauh, Ini Perjuangan Putri Wulandari Masuk UGM

Kompas.com - 06/08/2019, 07:48 WIB
Putri Wulandari, Mahasiswa Terjauh UGM 2019 DOK. UGMPutri Wulandari, Mahasiswa Terjauh UGM 2019

KOMPAS.com - Tangis Putri Wulandari tidak terbendung di belakang panggung saat namanya dipanggil dan dinobatkan sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (3/8/2019) dari daerah paling jauh dan terluar tahun 2019.

Putri seolah masih tak percaya ia bisa bergabung bersama 8.408 mahasiswa baru UGM lainnya, meski dirinya berasal dari begitu jauh dari Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau untuk kuliah di UGM Yogyakarta. 

“Saya dari kepulauan Riau, tepatnya Natuna, lebih tepatnya lagi tinggal di Pulau Serasan, kalau perjalanan kira-kira sehari semalam naik kapal ke Pontianak, setelah itu baru melanjutkan dengan pesawat," ujar Putri seperti dilansir dari laman resmi UGM.

Bagi Putri bisa kuliah di UGM adalah rezeki istimewa yang ia diterima dari Tuhan. Sebab, pada awalnya ia hanya berkeinginan kuliah yang dekat-dekat dengan Pulau Serasan, seperti kuliah di Pontianak dan sekitarnya.

Ubah keputusan jelang kelulusan

Namun, tidak tahu kenapa menjelang berakhir kelas XII ia menuruti saran Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Serasan. Di saat menjelang kelulusan Kepala Sekolah mengharapkan Putri Wulandari bisa kuliah yang lebih jauh lagi.

Baca juga: Ganjar Utus 30 Mahasiswa Jadi Agen Anti-korupsi

“Alhamdulillah rezekinya lolos di UGM, diterima di Fakultas Farmasi. Ini semua tidak lepas dari anjuran kepala sekolah. Saat itu saya diminta mengambil saja yang targetnya agak jauh, coba-coba saja di UGM, dan alhamdulillah lolos," ucapnya.

Di tengah wawancara Putri Wulandari masih saja meneteskan air mata, tak percaya jika ia bisa terus kuliah sehabis lulus SMA. Sadri, ayahnya, adalah seorang nelayan dan ibunya, Rezemiyati, seorang ibu rumah tangga.

“Bapak nelayan ikan, setiap bulan rata-rata berpenghasilan 1,5 juta, beruntung saya mengikuti Program Afirmasi 3T terdepan, terluar dan terbelakang dan sampai lulus nanti biaya ditanggung pemerintah," katanya.

Orangtua berat melepas kepergian

Putri mengaku salah satu dari dua siswa yang berasal dari Kepulauan Riau yang diterima kuliah di UGM dan hanya ia sendiri yang berasal dari Pulau Serasan. Pulau Serasan, katanya, adalah sebuah pulau yang hingga kini masih diminati Malaysia untuk dikuasai.

Menurutnya, ada beberapa kendala siswa-siswa daerah terpencil tidak melanjutkan kuliah di beberapa perguruan tinggi favorit. Banyak orangtua di daerah-daerah terpencil masih berat hati melepas kepergian anaknya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X