Dibanding Infrastruktur, Muhadjir Sebut Pembangunan Manusia Besar Taruhannya

Kompas.com - 08/08/2019, 20:02 WIB
Ketua Umum HIPIIS Prof Dr Muhadjir Effendi memberikan sambutan pada acara Konvensi Nasional HIPIIS pertama di UMM Dome, Malang, Rabu (7/8/2019).Antara/Endang Sukarelawati Ketua Umum HIPIIS Prof Dr Muhadjir Effendi memberikan sambutan pada acara Konvensi Nasional HIPIIS pertama di UMM Dome, Malang, Rabu (7/8/2019).


KOMPAS.com – Pembangunan sumber daya manusia ( SDM) memiliki pertaruhan lebih besar dibanding pembangunan infrastruktur. Sebab, hasil dari pembangunan manusia tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat, bahkan mungkin baru bisa dirasakan dalam satu atau dua dekade mendatang.

Hal itu dikatakan oleh Muhadjir Effendi selaku Ketua Himpunan Indonesia untuk Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) dalam Konvensi Nasional pertama HIPIIS di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (7/8/2019).

“Tentu saja pembangunan ini akan menjadi masalah ketika pembangunan SDM ini ditunggu-tunggu tidak ada umpan balik atau feedback dari apa yang kita lakukan,” ujar Muhadjir, seperti diwartakan Antara.

Pembangunan menyentuh manusia

Dia menambahkan, pembangunan SDM yang diharapkan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu konteksnya untuk melakukan optimalisasi, kapitalisasi, multiplayer, dan melipatgandakan manfaat dari infrastruktur yang ada.

Baca juga: Mendikbud: Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Menurut Mendikbud infrastruktur baru sebagai prasyarat pembangunan, sedangkan pembangunan yang sebenarnya yakni jika sudah menyentuh dan menangani manusia.

“Karena itu, kita bisa katakan bahwa pembangunan infrastruktur adalah prasyarat dari pembangunan yang sesungguhnya. Ibarat shalat, infrastruktur itu baru wudlunya, baru menutup auratnya, tapi belum shalat itu sendiri. Shalatnya itu ketika membangun SDM-nya,” imbuh Muhadjir.

Memberikan saran dan kritik

Adapun Konvensi Nasional HIPIIS mengambil tema “Sumbangan Ilmu-ilmu Sosial dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi Kemajuan Bangsa” yang sengaja dihubungkan dengan program pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo.

“Saya kira ini momentum bagus, mumpung pembangunan infrastruktur sedang berjalan. Sebaiknya kita (HIPIIS) juga segera memberikan masukan terhadap perkembangan-perkembangan yang sudah terjadi dan yang akan terjadi dengan adanya pembangunan infrastruktur yang bisa dibilang besar-besaran pada periode kepemimpinan Presiden Jokowi yang pertama,” jelasnya.

Muhadjir pun berharap konvensi HIPIIS ini bisa memberikan saran dan kritik membangun untuk masyarakat Indonesia, khususnya masukan untuk Kabinet Kerja periode kedua sehingga bisa sejalan dengan cita-cita nasional, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur sesuai cita-cita kemerdekaan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X