Perkuat Kerja Sama, Uni Eropa-ASEAN Luncurkan "Blue Book 2019"

Kompas.com - 08/08/2019, 20:09 WIB
Peluncuran buku berjudul Blue Book 2019 EU-ASEAN Cooperation pada Kamis (8/8/2019) di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPeluncuran buku berjudul Blue Book 2019 EU-ASEAN Cooperation pada Kamis (8/8/2019) di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta.

KOMPAS.comUni Eropa (European Union/EU) dan Association of Southeast Asian Nations ( ASEAN) meluncurkan buku berjudul "Blue Book 2019 EU-ASEAN Cooperation" pada Kamis (8/8/2019) di kantor Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Peluncuran buku ini bertepatan perayaan hari ulang tahun ke-52 ASEAN dan peringatan kedua ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day yang bertujuan mengenalkan dan meningkatkan wawasan tentang hasil kerja sama Uni Eropa dan ASEAN di bidang pembangunan.

Selain itu, isi dari buku tersebut juga membahas kerja sama di bidang pendidikan, antara lain untuk mengetahui manfaat pertukaran pelajar di dalam kawasan ASEAN serta antara kawasan Uni Eropa dan ASEAN.

“Buku ini diproduksi setiap tahun, isinya merupakan rangkuman kegiatan tahunan. Untuk edisi 2019 ini berisi kegiatan dan program yang telah dilakukan antara Uni Eropa dan ASEAN pada 2018,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim Misi Uni Eropa untuk ASEAN Lucas Cibor seusai peluncuran "Blue Book 2019 EU-ASEAN Cooperation".

Kemitraan strategis

Kegiatan itu antara lain berupa kerja sama di bidang politik, pertahanan dan keamanan, dialog tentang hak asasi manusia, kemaritiman, penanggulangan kejahatan trans-nasional, perekonomian, pertanian, perikanan, serta aktivitas pendidikan berupa pertukaran pelajar dan beasiswa.

Baca juga: ASEAN-Australia Young Leaders Forum, Ajang Calon Pemimpin Muda

Dia mengungkapkan, pertemuan ke-22 antara menteri luar negeri Uni Eropa dan ASEAN pada Januari 2019 menyetujui peningkatan hubungan menjadi kemitraan strategis. Hal itu menggambarkan hubungan yang telah terjalin lebih dari 40 tahun begitu dalam.

Kemitraan itu memfokuskan pada kerja sama yang lebih erat pada sejumlah bidang yang dinilai penting dan berbagai tantangan yang dihadapi, misalnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, masalah perubahan iklim, serta peningkatan perdagangan dan konektivitas.

“Misalnya kami mengundang pelajar ASEAN untuk belajar di Eropa melalui program beasiswa. Kami memfasilitasi pelajar ASEAN ke sana. Saya merasa yakin hubungan ini akan terus menguat pada masa mendatang,” imbuh Lucas.

Penegasan kemitraan

Dalam kesempatan sama, Deputi Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN HE Kung Phoak menuturkan, peluncuran "Blue Book 2019 EU-ASEAN Cooperation" dan penyelenggaraan peringatan kedua ASEAN-EU Cooperation and Scholarships Day merupakan penegasan akan kuatnya kemitraan Uni Eropa-ASEAN.

“Acara ini merupakan gambaran kuatnya kemitraan kami, serta luas dan dalamnya keberhasilan kami bersama atas apa yang telah dicapai, termasuk dalam pendidikan tinggi,” ucap Kung Phoak.

Untuk diketahui, UE telah memberikan lebih dari 200 juta euro sebagai pendukung integrasi kawasan ASEAN pada periode 2014-2020. Adapun kerja sama bilateral untuk pembangunan negara-negara ASEAN bernilai lebih dari 2 juta euro.

Selain itu, bantuan lain juga diberikan oleh negara-negara anggota Uni Eropa kepada ASEAN dan negera-negara anggotanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X