Ini 8 Tips Penting Raih Nilai Tinggi Ujian TOEFL/IELTS

Kompas.com - 12/08/2019, 18:30 WIB
Ilustrasi bahasa Inggris SHUTTERSTOCKIlustrasi bahasa Inggris


KOMPAS.com – Salah satu syarat kuliah di luar negeri, baik jalur beasiswa maupun pribadi, adalah memenuhi syarat kompetensi Bahas Inggris. Dua jenis ujian umum diikuti untuk kompetensi bahasa Inggris ini yakni Test Of English as a Foreign Language ( TOEFL) dan International English Language Testing System ( IELTS).

Tes ini bertujuan mengetahui sejauh mana kemampuan dan kefasihan dalam berbahasa Inggris.

Dalam mengerjakan ujian tersebut, peserta perlu memiliki kemampuan mengerti soal diberikan dan cara mengerjakan. Jika peserta memiliki kemampuan yang baik maka mudah baginya untuk mengerjakan soal-soal tersebut.

Sebaliknya, bagi orang yang kurang mampu akan menemui kesulitan dalam menggarapnya.

Nilai TOEFL dan IELTS yang tinggi menjadi salah satu syarat penting diterima kuliah di luar negeri. Umumnya, nilai minimal dibutuhkan berkisar 550 untuk TOEFL paper based dan 79 untuk internet based, sedangkan untuk IELTS paling tidak mencapai 6.0.

Dilansir laman resmi European Higher Education Fair (EHEF), berikut ini sejumlah tips yang bisa digunakan guna meraih hasil ujian TOEFL dan IELTS secara maksimal:

Baca juga: Petugas Tanggap Bencana Se-ASEAN Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris

1. Kursus persiapan

Kita bisa mengikuti kursus persiapan TOEFL/IELTS di berbagai lembaga pendidikan. Selain itu, bisa juga berlatih secara mandiri dengan mengerjakan soal-soal di buku-buku latihan TOEFL/IELTS dan mengunduh dari internet.

Meskipun demikian, mengambil kursus lebih disarankan untuk memperoleh hasil lebih baik sebab kita bisa bertanya lebih banyak kepada pengajar dan persiapan pun lebih terjadwal.

Di samping itu, kita bisa lebih mengetahui lembaga yang dipilih merupakan lembaga resmi penyedia kursus persiapan TOEFL/IELTS karena nantinya diberikan juga materi khusus, misalnya cara-cara mengerjakan soal di setiap bagian ujian.

2. Belajar konsisten

Usahakan belajar dengan disiplin. Tidak ada orang yang bisa meraih hasil bagus tanpa melakukan usaha maksimal.

Berbasis pengalaman penerima beasiswa, paling tidak alokasikan waktu minimal satu jam setiap hari untuk melatih kemampuan bahasa Inggris sehingga bisa lulus ujian TOEFL/IELTS dengan nilai yang memuaskan.

3. Latihan mendengarkan

Mendengarkan (listening) adalah salah satu bagian dalam tes bahasa Inggris. Bagian ini akan terasa sulit apabila kita tidak terbiasa dengan logat bahasa Inggris yang digunakan pembicara dalam suatu percakapan sehingga kita tidak bisa menangkap maksud dari pembicaraannya.

Salah satu cara belajar mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris melalui yaitu melalui lirik lagu dan teks film. Hal itu bisa membantu melatih kemampuan memahami logat dan isi dari suatu percakapan.

4. Baca pertanyaan sebelum mendengarkan percakapan

Membaca terlebih dahulu daftar pertanyaan dalam lembar soal membuat kita mempunyai perkiraan tentang isi percakapan dan topik pembicaraan yang akan dibahas.

Dengan demikian, kita bisa lebih cepat berpikir dan mendapatkan jawaban benar sesuai percakapan tersebut.

5. Tambah kosakata

Membaca (reading) juga menjadi salah satu bagian dari TOEFL/IELTS. Dalam soal ujian, biasanya akan diberikan bacaan berita atau artikel kadang kala perbendaharaan kosakatanya berbeda dari percakapan sehari-hari.

Maka dari itu, perbanyaklah membaca berita, artikel, dan buku-buku akademik berbahasa Inggris untuk menambah kosakata. Hal itu akan berguna agar kita bisa lebih memahami soal dan pertanyaan diajukan.

6. Belajar membaca cepat (skimming)

Ada banyak bacaan yang cukup panjang akan kita temui pada bagian soal reading. Maka dari itu, belajarlah untuk membaca cepat dan mengerti inti atau hal penting dari bacaan tersebut sehingga tidak banyak waktu terbuang untuk membaca dan memahami isi bacaan.

7. Buat poin penting dalam ujian menulis (writing)

Sebagai salah satu bagian dari TOEFL/IELTS, ujian menulis akan cukup banyak mengambil waktu karena diperlukan waktu memikirkan isi tulisan, serta cara dan susunan penulisan.

Buatlah beberapa poin penting sebelum mulai membuat tulisan untuk menghemat waktu sehingga tulisan dibuat nantinya bisa lebih terstruktur dan dimengerti dengan jelas.

8. Percaya diri dan tidak monoton

Ujian berbicara (speaking) merupakan salah satu bagian dari ujian IELTS. Kunci keberhasilan dalam ujian ini yaitu percaya diri. Berikan senyuman dan intonasi bicara tidak monoton saat menjawab setiap pertanyaan diajukan.

Sebagai contoh, saat kita ditanya mengenai tempat tinggal, jangan hanya menyebutkan satu atau dua kata, tetapi kembangkan jawabanmu dalam kalimat. Menambah variasi kosakata juga akan membuat jawaban yang disampaikan terdengar lebih menarik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X