Simposium Diaspora Siap Digelar, 2.500 Dosen dan Milenial Siap Hadir

Kompas.com - 13/08/2019, 09:00 WIB
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti dalam bincang bersama media terkait sosialisi Academic Leader Awards 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (20/5/2019). Dok. Direktorat SDIDDirektur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti dalam bincang bersama media terkait sosialisi Academic Leader Awards 2019 di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (20/5/2019).

Berkat kegiatan ini pula, mereka mampu menjadi jembatan untuk menjalin kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) hingga mobilisasi dosen atau mahasiswa Indonesia ke institusi luar negeri ternama.

Tips dan trik diaspora

" Ilmuwan diaspora yang muda ini kami berikan kesempatan untuk menularkan ketertarikan terhadap sains kepada generasi millennial. Maka dari itu, pada rangkaian acara tanggal 20 Agustus nanti akan ada sesi khusus talk show yang dikemas menarik dan interaktif untuk membicarakan sains," tutur Dirjen Ghufron.

Dia menambahkan, para peserta juga bisa memanfaatkan acara ini untuk bertemu dan bertanya langsung mengenai pengalaman hingga tips dan trik belajar di perguruan tinggi luar negeri.

Tak hanya itu, untuk lebih mendekatkan ilmuwan diaspora kepada generasi muda, Kemenristekdikti juga mengajak mahasiswa dari seluruh negeri untuk mendampingi para ilmuwan diaspora selama mengunjungi institusi di berbagai daerah.

Para mahasiswa cukup mengunggah ulang (re-post) poster SCKD 2019 melalui akun instagram pribadinya, kemudian menuliskan caption menarik mengenai makna ilmuwan diaspora. Alhasil, cara ini pun mendapat cukup perhatian dari para netizen.

"Para mahasiswa tentu sangat tertarik, bisa jalan-jalan mengunjungi daerah yang mungkin belum pernah mereka datangi, ditambah dapat melihat langsung aktivitas para ilmuwan diaspora, ini adalah pengalaman yang langka. Para ilmuwan diaspora akan bertindak sebagai role model, terlebih bagi mahasiswa yang memiliki minat besar untuk melanjutkan studi," kata Dirjen Ghufron.

Memperluas jaringan

Sementara bagi dosen muda, SCKD 2019 mampu menjadi sarana untuk memperluas jaringan dengan akademisi luar negeri. Dirjen Ghufron menambahkan, ilmuwan diaspora harus mampu mengafirmasi perguruan tinggi yang selama ini masih kesulitan untuk meningkatkan penelitian dan publikasinya.

Peran dan keterlibatan inilah yang kemudian menjadi sarana untuk terus merajut nasionalisme dan kebangsaan ilmuwan diaspora yang kerap menjadi sorotan lantaran memilih bekerja di luar negeri.

"Inilah yang kami sebut 'Membangun Indonesia dari Dunia'. Para ilmuwan diaspora adalah anak bangsa yang perlu untuk dirangkul dalam membangun Indonesia. Saya harap acara ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi kita ke depan," tandas Dirjen Ghufron.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X