Diciptakan Mahasiswa ITB, Robot Pembersih Rumput Liar secara Otomatis

Kompas.com - 15/08/2019, 20:29 WIB
Syifauqulub AN (kiri) dan M Farhan A memamerkan Robograss pada acara Electrical Engineering Days 2019.Humas ITB/Deo Fernando Syifauqulub AN (kiri) dan M Farhan A memamerkan Robograss pada acara Electrical Engineering Days 2019.


KOMPAS.com – Sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung ( ITB) menciptakan robot pembasmi rumput liar otomatis yang bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan bantuan sinyal wi-fi.

Inovasi itu berawal dari masalah pengelolaan lapangan sepak bola, di mana terdapat rumput liar yang merusak rumput asli sehingga menurunkan kualitas lapangan.

Beberapa jenis rumput liar dapat menyebabkan gangguan gatal-gatal bagi pemain ketika beraktivitas di lapangan. Itulah yang menjadi persoalan dalam pengelolaan lapangan sepak bola.

Sejumlah cara pun dilakukan untuk membasmi rumput liar itu, misalnya petugas kebersihan yang mencabutnya secara manual. Namun, cara itu memakan waktu lebih lama dan kurang efisien.

Merespons masalah itu, tiga mahasiswa tingkat akhir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB Program Studi Teknik Elektro yang terdiri dari Tafriyana, Syifauqulub AN, dan M Farhan A membuat sebuah robot bernama Robograss.

Tidak merusak rumput asli

Robot itu dibuat menggunakan teknologi laser sebagai pembasmi rumput liar yang pergerakannya dapat dikontrol oleh pemakainya menggunakan pengendali laptop dari jarak jauh.

Baca juga: Mengintip Cara Belajar Si Genius Elysia, Mahasiswa Termuda Unpad Ber-IQ 140

Penggunanya bisa memilih rumput yang akan dipotong melalui gambar di monitor laptop yang dikirim oleh Robograss. Selanjutnya pengguna itu akan menentukan rumput mana yang akan dipotong melalui laser yang dipasang di robot.

Operasional Robograss menggunakan baterai lithium-polymer 10.000 mAh yang memiliki kapasitas energi untuk penggunaan suatu alat sampai tiga jam, sedangkan untuk mode standby bisa sampai enam jam.

Di samping itu, kelebihan lain dari Robograss yaitu bisa memotong rumput yang tidak merusak tanaman rumput asli karena dikendalikan oleh pemakai dalam jarak 10-15 meter.

Nyala, arahkan dan basmi

“Untuk ke depan, Robograss ditargetkan mampu dikendalikan dalam jarak lebih dari 100 meter,” ucap M Farhan A, seperti dipublikasikan laman resmi ITB, Rabu (14/8/2019).

Robograss diciptakan dengan prinsip kerja yaitu nyalakan, arahkan, dan basmi. Robot ini menjadi salah satu produk yang dipamerkan dalam kegiatan Electrical Engineering Days 2019 pada tanggal 5-7 Agustus 2019 di Aula Timur ITB.

“Untuk uji coba sudah dilakukan di lapangan sepak bola Saraga dan efektivitasnya tergantung dari user sebagai pengguna yang mengendalikan robot. Tugas ke depan dari pengembangan Robograss adalah fokus pada pengembangan jarak antara robot dan user serta sistem kendali yang lebih baik lagi,” imbuh Farhan.

Kehadiran Robograss diharapkan mampu meningkatkan kualitas lapangan sepak bola di Indonesia sehingga lebih baik dengan cara dibersihkan secara otomatis menggunakan pengendali robot.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X