Luhut: Anak Muda Harus Berani Mengubah "Mindset"

Kompas.com - 15/08/2019, 21:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, pada UPH Festival 2019, Kampus Lippo Village, Rabu (14/8/2019). Dok UPHMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, pada UPH Festival 2019, Kampus Lippo Village, Rabu (14/8/2019).
Editor Latief

TANGERANG, KOMPAS.com - Anak- anak muda, terlebih mahasiswa, harus peduli dengan perkembangan yang terjadi di sekitar dan terlibat dalam memajukan negara Indonesia. Anak muda harus berani mengubah mindset untuk bisa berkontribusi pada pemerintahan negara.

Demikian dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, pada UPH Festival 2019, Kampus Lippo Village, Rabu (14/8/2019).

Di hadapan 2.710 mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) yang menghadiri acara Distinguished Guest Speaker (DGS) Luhut berpesan agar kontribusi mahasiswa sebagai generasi muda harus diperkuat untuk kemajuan bangsa.

"Karena 15 atau 20 tahun ke depan nanti kalian akan memainkan peran penting di negara ini, ya karena kalian adalah bagian dari pembangunan negara ini," kata Luhut dalam pidato bertajuk “Nasionalisme Menuju Indonesia Unggul”.

Luhut menekankan pentingnya anak muda untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia dan tak bergantung pada impor negara lain. Untuk itulah dibutuhkan transformasi mindset.

"Di kantor saya ada 17 anak muda yang bekerja dengan saya. Itu contoh nyata. Sekarang ini kita tak bisa menghadapi ekonomi dengan cara-cara konvensional. Bekerja dengan anak-anak muda inilah yang dapat membuat kita berubah mengikuti zaman," tambah Luhut.

Pendapat senada juga disampaikan Grace Natalie. Ketua Umum PSI itu memberikan sejumlah alasan agar anak-anak muda harus berani berkecimpung di sektor publik.

"Semua kebijakan yang diambil pemerintah itu hasil diskusi DPR. Kebijakan-kebijakan yang kalian setujui maupun tidak, semua adalah keputusan DPR. Sekarang, jika kalian generasi muda tidak mau terjun dan melakukan sesuatu di pemerintahan, apa yang akan terjadi dengan negara kita" ucap Grace.

"Jangan cuma berpikir, itu urusan pemerintah. Kalian juga harus mengikuti perkembangan isu-isu sosial. Sejahterakan Indonesia dan berdoalah untuk Indonesia, karena kesejahteraan Indonesia adalah kesejahteraanmu. Berdampaklah bagi Indonesia, karena yang akan merasakan dampak tersebut adalah kalian juga," kata Grace.

Adapun ceramah Luhut dan Grace tersebut menjadi awal pelaksanaan UPH Festival 2019 untuk menyambut 4.145 mahasiswa baru di 4 kampus UPH, yakni Lippo Village, Plaza Semanggi (Jakarta), Surabaya, dan Medan. Festival berlangsung pada 14-17 Agustus 2019 di empat kampus tersebut.

Para mahasiswa baru itu tersebar di 13 fakultas dan 68 program studi. Selain dari dari 34 provinsi di Indonesia, ada 195 mahasiswa internasional dari 30 negara, antara lain Australia, Belanda, Italia, Jerman, Cina, Filipina, Thailand, dan masih banyak negara lainnya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X