HUT RI Ke-74, Penyanyi Andien Bicara soal Kemerdekaan Pendidikan

Kompas.com - 17/08/2019, 08:04 WIB
Penyanyi Andien Aisyah saat ditemui di Perpustakaan Nasional Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (16/8/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPenyanyi Andien Aisyah saat ditemui di Perpustakaan Nasional Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

KOMPAS.com – Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-74 pada 17 Agustus 2019. Dalam perjalanan usia yang sudah cukup panjang, begitu banyak peristiwa dan pengalaman yang terjadi dalam kehidupan bangsa ini.

Salah satunya yaitu di bidang pendidikan. Banyak pendapat masyarakat mengenai sistem pendidikan di Tanah Air yang dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan di sana-sini.

Pendapat itu juga datang dari Andien Aisyah, penyanyi ternama yang juga merasakan pendidikan Indonesia, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Menurut dia, sistem pendidikan di Indonesia seharusnya menanamkan kebebasan memilih kepada anak-anak sejak dini. Hal itu bisa dimulai dari keluarga di rumah, kemudian dilanjutkan oleh pihak sekolah.

Kebebasan memilih

Kemerdekaan dalam pendidikan itu sangat penting. Semestinya orangtua tidak perlu memaksakan kemauannya kepada anak soal pendidikan. Kalau sudah tahu apa passion anaknya, coba ikuti saja,” ujar Andien saat ditemui Kompas.com di Perpustakaan Nasional Gedung Kemendikbud, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Pemerintah Naikkan Anggaran Pendidikan Jadi Rp 505,8 Triliun

Dalam perkembangan hidupnya, dia beruntung bisa merasa kebebasan dari orangtua untuk memilih pendidikan seperti apa yang disukai. Meski demikian, ada juga hal yang dialaminya sebagai tuntutan orangtua yang harus diikuti.

Sebagai contoh, ketika dia memilih untuk menekuni dunia musik, tetapi orangtua memintanya harus kuliah di perguruan tinggi, yaitu di Universitas Indonesia (UI). Namun, akhirnya kedua hal itu bisa berjalan bersama.

“Contohnya dulu aku enggak boleh masuk musik, harus masuk UI. Akhirnya kuliah di FISIP UI, tapi jadi penyanyi juga. Banyak hal yang aku rasakan waktu kuliah, ada pro kontra batin yang bermanifestasi jadi banyak hal sekarang ini,” imbuhnya.

Berpihak pada anak

Untuk itu, Andien berharap sistem pendidikan di Indonesia bisa berpihak pada anak-anak sehingga mereka merasa merdeka untuk mengambil keputusan dan berani bertanggung jawab atas keputusan itu.

Sebab, dia berpendapat, selama ini anak-anak Indonesia hampir tidak terbiasa untuk mengambil keputusan, bahkan orangtua atau guru yang cenderung memberi keputusan bagi hidup anak tersebut.

“Jadi anak-anak itu harus terbiasa untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab. Itu yang aku rasa perlu kenapa kita harus merdeka sebagai anak bangsa,” pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X