Jokowi: Kalau Kualitas SDM Meningkat, Indonesia Bisa Jadi Negara Maju

Kompas.com - 18/08/2019, 08:56 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berjalan menuju ruang sidang di Gedung Nusantara DPR RI Dok. Humas DPR RIPresiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berjalan menuju ruang sidang di Gedung Nusantara DPR RI

Dihubungkan dengan tema kebijakan fiskal tersebut, dalam pidato yang sama, Jokowi mengungkapkan bahwa fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, salah satunya terkait kualitas SDM.

“Pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera,” tuturnya.

Alokasi anggaran pendidikan

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan bahwa RAPBN 2020 mencapai Rp 2.528,8 triliun, atau sekitar 14,5 persen dari PDB.

Penggunaan anggaran sebesar itu salah satunya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelanjutan program perlindungan sosial.

“Belanja Negara tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kualitas SDM dan melanjutkan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi,” ucap Jokowi.

Sehubungan dengan itu, pemerintah akan menaikkan anggaran pendidikan sebesar 29,6 persen, yaitu dari Rp 390,3 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 505,8 triliun pada tahun 2020.

Menurut Jokowi, kenaikan anggaran itu sesuai dengan amanat konstitusi, yakni bahwa pemerintah harus mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara.

“Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal,” imbuhnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X