Kompas.com - 20/08/2019, 13:43 WIB

Maka dari itu, pihaknya pun membuat insentif kepada para dosen itu agar mereka mau meningkatkan keinginan untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami ada insentif (agar dosen mau kuliah lagi dan melakukan penelitian). Karena bila tidak, mereka mending mengajar tanpa risiko. Karena mereka ada separuh dosen senior sampai kita biayai untuk kuliah tetap tidak mau,” ucap Yos yang menjabat sebagai Rektor Universitas Diponegoro, Semarang, tersebut.

Menurut dia, banyak alat penelitian di Indonesia yang sudah ketinggalan zaman. Makanya, dia setuju jika ada regulasi yang mendorong agar para dosen mau belajar lagi. Namun, jangan sampai regulasi itu malah menjadi penghambat.

Seharusnya regulasi bukan menjadi penghambat, melainkan menambah progres, dan mendorong orang ke arah yang diharapkan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia.

“Yang saya khawatirkan, kita tidak bisa buat regulasi yang adaptif untuk seluruh perguruan tinggi, jangan sampai (regulasi yang) Jakarta view. Menurut saya, kebijakannya harus bisa mempersatukan perbedaan,” tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.