Tim Pengmas Unej Ubah Bonggol Jagung Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Kompas.com - 21/08/2019, 21:53 WIB
Contoh hasil plastik ramah lingkungan dari bonggol jagung. Dok. Universitas JemberContoh hasil plastik ramah lingkungan dari bonggol jagung.


KOMPAS.com – Banyak orang yang belum tahu bahan plastik ramah lingkungan atau biodegradable bisa didapatkan dengan mudah di lingkungan sekitar kita.

Terkait hal itu, tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) memberikan pelatihan pembuatan plastik ramah lingkungan berbahan bonggol jagung kepada ibu-ibu warga Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember.

Mereka memilih bonggol jagung karena dinilai mempunyai kandungan pati tinggi tetapi masih jarang dimanfaatkan masyarakat. Dalam pengamatan selama ini, bonggol jagung paling sering digunakan untuk bahan campuran pakan ternak saja.

"Kami berempat kemudian berpikir mengapa tidak menjadikan bonggol jagung sebagai bahan pembuatan plastik ramah lingkungan, selain bahannya banyak tersedia, pembuatannya pun relatif mudah bahkan ibu rumah tangga pun bisa membuatnya,” ucap ketua tim Ari Susanti dalam keterangan di laman resmi Unej.

Proses pembuatan

Dosen Program Studi Teknik Kimia Unej ini dibantu tiga rekannya, yaitu Rendra Suprobo Aji dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Tika dari Program Studi Teknik Perminyakan, dan Fanteri dari Program Studi Teknik Pertambangan.

Baca juga: Vokasi UI Gandeng 6 Universitas Gelar Konferensi Internasional Program Pendidikan Vokasi

Mereka membuat plastik ramah lingkungan berbahan bonggol jagung diawali dengan mencampur bonggol jagung yang sudah dihaluskan dengan aquades atau air murni. Kemudian, campuran itu direbus hingga larut dan tercampur rata.

Selanjutnya larutan itu dicampur dengan gliserol dan gelatin serta pewarna makanan, lalu dipanaskan kembali.

“Jika sudah tercampur sempurna maka dicetak sesuai keinginan, kali ini kami menggunakan loyang aluminium yang sudah dialasi dengan aluminium foil. Larutan plastik ramah lingkungan ini kemudian harus dipanaskan dalam oven. Terakhir plastik ramah lingkungan ini didiamkan selama tiga hingga empat hari sebelum siap digunakan,” imbuh Ari.

Dijadikan usaha

Pj Kepala Desa Dawuhan Mangli, M Husen (kiri), membuka kegiatan pelatihan pembuatan plastik ramah lingkungan dari bonggol jagung.Dok. Universitas Jember Pj Kepala Desa Dawuhan Mangli, M Husen (kiri), membuka kegiatan pelatihan pembuatan plastik ramah lingkungan dari bonggol jagung.

Rendra Suprobo Aji menuturkan sebelum menyampaikan pelatihan, timnya sudah bertemu dengan perangkat desa dan ibu-ibu Desa Dawuhan Mangli untuk memberikan pengertian tentang bahaya penggunaan plastik konvensional berlebihan bagi kelestarian alam, termasuk mengajarkan cara memilah sampah organik dan sampah anorganik.

“Pertemuan kedua kami isi dengan pengenalan mengenai apa itu plastik ramah lingkungan dan cara membuatnya, dan hari ini diisi praktik pembuatan secara langsung. Plastik ramah lingkungan ini aman karena bisa terurai di alam dalam waktu tiga bulan,” kata Rendra.

Menanggapi pelatihan tersebut, Pj Kepala Desa Dawuhan Mangli, M Husen, menuturkan, pihaknya melalui Bumdes ingin menjadikan pembuatan plastik ramah lingkungan sebagai salah satu usaha. Keseriusan itu ditunjukkan dengan alokasi lahan seluas 84 meter persegi untuk lokasi usaha.

“Pelatihan ini membuka peluang usaha baru bagi warga. Siapa tahu setelah melihat prospek plastik ramah lingkungan, maka warga bakal tertarik menanam jagung lebih serius. Sebab, bulir jagung dan bonggolnya bisa dimanfaatkan, apalagi jika mengingat fluktuasi harga tanaman tembakau yang merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh warga Desa Dawuhan Mangli,” ucap Husen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X