Kampung Ilmu di Purwakarta Integrasikan Pendidikan Formal dan Infomal

Kompas.com - 22/08/2019, 14:48 WIB
Kampung Ilmu dibangun di lahan seluas 50.407 meter persegi. Tempat ini akan menjadi ruang integrasi antara pendidikan formal dan informal. Dok NS BlueScope IndonesiaKampung Ilmu dibangun di lahan seluas 50.407 meter persegi. Tempat ini akan menjadi ruang integrasi antara pendidikan formal dan informal.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Kampung Ilmu resmi disematkan untuk kompleks pendidikan modern di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta. Berdiri di lahan seluas 50.407 meter persegi, tempat ini akan menjadi ruang integrasi antara pendidikan formal dan informal.

Proyek pembangunan kompleks pendidikan itu tak lepas dari peran NS BlueScope, sebuah perusahaan industri baja lapis. Program yang digagas oleh sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, itu dianggap sejalan dengan program sosial BlueScope yang mengarus-utamakan pendidikan dan bangunan publik secara jangka panjang.

"Setelah mendengar rancangan program inovatif dari pak Imam, kami lagsung terlibat di dalamnya. Tak hanya membangun gedung sekolah, tapi beragam infrastruktur desa juga dibangun dengan melibatkan warga," papar Yan Xu, Presiden Direktur NS BlueScope Indonesia, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Penyematan nama Kampung Ilmu itu sendiri adalah istilah dari kompleks pendidikan modern yang berawal dari pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Tegalwaru. Gedung sekolah ini lalu dirancang terintegrasi dengan pusat-pusat pembelajaran komunitas informal di sekitarnya.

"Dengan harapan tumbuhnya wirausahawan desa berjiwa mandiri di sini yang mampu melakukan inovasi di berbagai bidang. Sejumlah fasilitas lain yang juga sedang dibangun di antaranya empat kelas belajar-mengajar, satu ruang guru, laboratorium, ruang workshop, lapangan olahraga, dua asrama guru, aula serbaguna, perpusatakaan, dan beberapa lainnya," ujar Yan.

Yan menjelaskan, desain master plan dan arsitektur bangunan ini dirancang tahan gempa oleh para relawan insinyur sipil muda dan tim arsitek Andra Matin. Sebagai kesatuan dari rancangan desain, penutup atap (roofing) diambil oleh BlueScope.

Perusahaan baja tersebut berkomitmen memberikan bantuan berupa material penutup atap dan penutup lantai metal untuk 2 gedung SMKN serta penutup lantai metal untuk embung air pada gedung serbaguna.

Yan mengakui, program bantuan untuk pendidikan tersebut merupakan bentuk manifestasi dari komitmen perusahaan yang telah hadir di Indonesia sejak 1994 walaupun perusahaan tengah kesulitan mengatasi impor yang bak tsunami tak kunjung henti.

Banyaknya persoalan pendidikan di wilayah terpencil di Purwakarta, Jawa Barat, mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah Yayasan Nurani Dunia yang memiliki gagasan untuk membangun kembali gedung-gedung sekolah dan merekrut tenaga pengajar bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Begitu ide tersebut muncul, langsung kami sambut. Kami berharap gotong royong ini bukan cuma membangun gedung sekolah, tapi juga membangun beragam infrastruktur desa, seperti jalan, instalasi air, dan fasilitas lapangan olahraga. Seluruh warga berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi bersama," kata Imam Prasodjo, Ketua Pengurus Yayasan Nurani Dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X